Baru Dibangun, Jalan Desa Baturono Banyak yang Rusak

Lamongan, megapos.co.id – Proyek pembangunan jalan rabat beton di Dusun Pilangbango Desa Baturono Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan, yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Dana Bantuan Keuangan Khusus Kepada Pemerintah Desa (BKKPD) tahun anggaran 2020, diduga dikerjakan asal-asalan.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek jalan rabat beton yang dikerjakan pada bulan November 2020 lalu, total anggarannya cukup fantastis, yakni mencapai Rp 580 juta, yang bersumber dari BKKPD. Namun pekerjaan di lapangan tidak sesuai harapan dengan struktur bangunan yang ada.

Bangunan tersebut baru dibangun bulan November lalu, atau baru seumur jagung sudah mengalami kerusakan. betonnya pecah, serta banyak yang retak-retak. Bahkan banyak yang sudah di tambal semen. Proyek tersebut juga tidak tampak papan nama.

 Sementara pekerjaan lain yang juga banyak diduga penyimpangan dari bestek, yakni pembangunan tembok penahan tanah (TPT), yang menghabiskan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020 sebesar Rp 240 juta.

Pembangunan TPT tersebut diduga campuran bahan materialnya kurang, serta batu yang digunakan yaitu batu puk, sehingga mutu bangunan tidak sesuai harapan, banyak yang putus, dan rapuh.

 Menurut warga setempat yang enggan disebutkan namanya, proyek jalan rabat beton di Dusun Pilangbango, yang bersumber dari dana BKKPD tersebut dalam pelaksanaan yang seharusnya diswakelolakan, namun dikerjakan oleh pihak lain. “Pekerjaan proyek rabat beton itu dulu dikerjakan orang luar, bukan orang sini, dan kalau masalah pecah-pecah saya tidak tahu,” ujarnya, Selasa (12/1/2021).

 Warga mengatakan, terkait pembangunan infrastruktur desa, banyak yang tidak ada papan proyeknya, dan terkesan tertutup. Padahal dalam setiap pekerjaan yang ada di desa seharusnya transparan.

“Tujuannya masyarakat biar tahu, dan bisa turut mangawasi. Namun dalam pembangunan proyek-proyek yang ada di Desa Baturono banyak yang tidak ada papan proyek, bahkan banyak bangunan yang baru dikerjakan juga banyak yang rusak,” jelasnya.

Anam Sekdes Baturono saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, terkait pekerjaan bangunan rabat beton, dirinya mengaku tidak tahu menahu. “Saya tidak tahu, coba tanya saja sama Pak Kades, karena yang ngurusi semua Pak Kades. Masalah proyek dikerjakan masyarakat atau siapa, yang tahu Pak Kades,” dalihnya.

Sementara itu, Tarmuji Kepala Desa Baturono ketika dihubungi melalui ponselnya terkait bangunan rabat beton yang diduga menyalahi bestek, mengatakan jika proyek tersebut sudah dikerjakan sesuai RAB. “Betonnya juga kita pesan dari perusahaan edo mix milik H. Erfan Lamongan dengan ukuran K.275 sesuai besteknya,” katanya.

Disinggung terkait pecahnya proyek rabat beton yang baru dilaksanakan beberapa bulan yang lalu, dengan ia mengaku tidak tahu penyebabnya. “Itu juga sudah saya selender, kalau wire mehs tidak pakai, karena di RAB tidak ada. Kalau masalah pekerjan proyek itu, saya kerjakan sendiri bersama masyarakat, bukan kontraktual,” tukasnya.

Reporter : Supri

Editor : M Hartono