Disdikpora Tulungagung Gelar Bimtek Perencanaan Berbasis Data  

Tulungagung, megapos.co.id – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung menggelar bimbingan teknis bagi operator Data Pokok Pendidik (Dapodik).

Peningkatan SDM bagi operator Dapodik dinilai sangat penting karena memiliki peran sentral di sekolah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMP, Suprayitno saat membuka Bimtek yang digelar di aula Dinas Pendidikan, Rabu (24/8/2022).

“Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari program perencanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan indonesia yang cerdas dan kompetitif,” ucapnya.

Sementara itu, Suyono selaku pemateri acara bimtek yang juga selaku pengawas SMP mengatakan, ketersediaan data yang lengkap, valid, dan up to date merupakan hal yang wajib.

“Karena akan memudahkan dalam proses proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hingga evaluasi kinerja program-program pendidikan,” katanya.

“Dinas Pendidikan akan melakukan pengawasan dan penyusunan program kepada seluruh operator Dapodik agar pengisian data dapodik tidak asal-asalan,” ujarnya.

Dikatakan Suyono, dapodik merupakan urat nadi sekolah, dimana didalam dapodik semua pendataan peserta didik, PTK, sarpras, dan data lainnya yang berhubungan dengan semua kebijakan yang keluarkan oleh kemendikbud seperti bantuan operasional sekolah (bos), aneka tunjangan guru, bantuan sarana dan prasana serta lainnya diambil dari dapodik.

“Maka dari itu diharapkan dengan bimtek ini operator sekolah dapat meningkatkan kapasitas kemampuannya dalam pemanfaatan Dapodik. Sebab Bimtek ini sangat penting digelar sebagai kebutuhan data berbasis lapangan,” lanjutnya.

“Permasalahan data ini tidak boleh dianggap remeh, karena kebutuhan terhadap data merupakan hal mutlak bagi setiap lembaga terutama sekolah,” imbuhnya.

Selain itu, keberadaan operator ini menjadi salah satu wali data dalam melakukan interaksi data, berdasarkan data yang valid, serta memastikan data yang akan diintegrasikan menjadi data yang berkualitas. sehingga setiap sekolah memiliki sumber data yang lengkap, akurat akuntable, valid, terkini dan tepat waktu.

“Saya berharap peserta Bimtek dapat serius memperhatikan, sehingga dapat diimplementasikan diruang lingkup sekolahnya masing-masing,” tambahnya.

Sebagai informasi, Bimtek ini diikuti sejumlah total 192 peserta dari SMP Negeri/swasta yang ada di Kabupaten Tulungagung. (Adv/SDR)