Diperlukan Manajemen Pebisnis untuk Hidupkan Plaza

Lamongan, megapos.co.id – Memang tidak mudah untuk mengubah pasar yang dulunya sepi menjadi ramai. Meski ditopang dengan anggaran yang cukup besar, tetapi jika manajemennya kurang berpengalaman dalam hal dunia bisnis, itu tidak akan maju. Bahkan bisa-bisa akan mengalami kebangkrutan.

Seperti yang pernah terjadi di Lamongan Plaza, salah satu pasar termegah yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Pusat perbelanjaan ini dulunya sempat dibangga-banggakan oleh masyarakat Lamongan, karena memiliki plaza yang setiap harinya selalu ramai dengan pengunjung. Tetapi sekarang nampak sepi dan vakum, hanya beberapa kelompok pedagang yang nampak beraktivitas  di gedung Lamongan Plaza tersebut.

Hendy Mustafa Direktur PD. Pasar Lamongan, yang baru menjabat beberapa bulan yang lalu, saat dikonfirmasi wartawan koran ini di ruang kerjanya, Senin (5/11/2018) membenarkan jika tidak mudah untuk menghidupkan pasar yang telah vakum menjadi ramai seperti yang terjadi di Lamongan Plaza.

Apalagi dia sekarang menjabat direktur PD. Pasar dan tidak hanya mengelola Lamongan Plaza saja, melainkan mengelola beberapa pasar, seperti Pasar Lamongan Baru dan PPKL, Pasar Sidoharjo, Pasar Ikan, Pasar Umum Babat, dan sebagainya.

“Tugas kita di sini bagaimana cara mengelola pasar-pasar tersebut agar bisa hidup semua tanpa membunuh pasar yang lain. Contohnya kita punya Lamongan Plaza yang selama ini terkenal dengan kegiatan yang vakum, di sinilah pekerjaan kita, bagaimana cara kita untuk menghidupkannya kembali tanpa membunuh pasar yang lain,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, jika pedagang buka di Lamongan Plaza dengan swalayan pakaian, di sini akan terjadi persaingan dengan pasar baru yang sudah terkenal dengan pedagang pakaian, karena pasar baru dengan Lamongan Plaza jaraknya terlalu dekat.

“Maka dari itu kita akan mencoba mengubah Lamongan Plaza yang dulunya dijadikan swalayan pakaian, sekarang kita jadikan wisata belanja kuliner dan hiburan. Kelihatannya dengan perubahan plaza tersebut juga sudah mulai ramai yang mengontrak stan,” bebernya. Tidak hanya itu, lanjut Hendy Mustafa, rencananya pihaknya akan mendirikan super market dan kios-kios yang lainnya. Selain itu, pihaknya berupaya menarik perhatian baik pedagang maupun pengunjung atau customer Lamongan Plaza. Dikatakan, pada minggu 2 November 2018 hingga 11 November 2018, pihaknya mengadakan even Expo Auto Tech Property 2018.

Seiring berjalannya event tersebut kelihatannya juga cukup meriah baik dari pebisnis properti maupun otomotif. Tak kalah juga dengan pengunjung ekspo itu juga cukup padat, apalagi di hari Sabtu malam ada ribuan pengunjung yang datang dari Lamongan maupun luar daerah.

“Kita berharap dengan adanya event  ini membuat dampak yang positif untuk pemasaran Lamongan Plaza, sehingga bisa menjadi persaingan yang baik terhadap pasar-pasar yang lainnya,“ tukasnya.

Reporter : Supri

Editor : M. Hartono