Desa Sirigan, Siap jadi Barometer Seni Budaya di Ngawi

Ngawi, megapos.co.id – Desa Sirigan Kecamatan Paron, terletak kurang lebih 20 kilometer dari pusat kota kabupaten, terdiri dari 3 dusun, dengan rata-rata kehidupan warganya bekerja sebagai petani dengan kondisi tengah desa terbelah oleh jalan yang menghubungkan  3 kecamatan yaitu, Kecamatan Geneng, Kedunggalar, dan Kecamatan Widodaren.

Sebagai penanda ciri khas desa dibangun beberapa pasang patung kuda putih berlari nyirik-nyirik nan gagah  di pertigaan, hasil karya seniman setempat.

Desa Sirigan akhir-akhir ini mulai bersolek dan diam-diam terus melaju deras terutama di bidang pembangunan, baik sarana prasarana jalan atau infrastruktur, olahraga, kesenian  budaya, ditambah tentunya keagamaan yang semakin relegius.

Suyanto Kepala Desa Sirigan banyak menuturkan seputar perkembangan desanya dan harapan yang ingin dicapai ke depan membawa masyarakat ke arah kemajuan yang lebih baik dan tertata. Seperti saat itu pagi-pagi terlihat melayani kebutuhan warga berupa keperluan surat-menyurat, juga terlihat ada beberapa warga yang berkeluh kesah terkait permasalahan.

Mantan anggota Satpol PP Kabupaten Ngawi itu terliat mendekat mendengarkan secara seksama dan memberikan solusi dengan baik. “Saya pingin Desa Sirigan ini selangkah lebih maju, dan kompak dalam bekerja membangun desa, untuk itu sesui arahan bapak bupati, selaku kepala desa harus benar-benar mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, menjalankan anggaran sesui apa adanya, dan harus bisa dirasakan hasilnya secara nyata dinikmati oleh masyarakat luas,“ beber Suyanto.

Memang hasil penelusuran di lapangan pembangunan infrastruktur jalan semenjak mas Yanto Ceko, demikian Suyanto akrab disapa, menjabat selama 1 tahun plus 1 tahun jadi PJs kepala desa tertata dengan cermat. Itu terlihat dari gencar dibangun talud penahan tanah di jalan-jalan desa terlebih dahulu kemudian menyusul pengadaan pavingisasi. Dengan begitu kondisi kekuatan paving akan lebih kuat.

Dalam hal seni budaya, Desa Sirigan sekarang bisa dikatakan menjadi desa inspirasi seni, terbukti, mendirikan grup ketoprak sendiri yang  bernama Sigra Budaya (Sirigan Bergerak Dalam Budaya ) pimpinan Suyanto sendiri, yang peraganya berasal dari perangkat desa dan kader-kader PKK.

Grup itu berhasil memukau penonton ketika tampil dalam acara adat istiadat bersih desa dengan bintang tamu Ketua DPRD Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko, SH,  yang memerankan sebagai seorang raja.

Masih dalam balutan acara bersih desa, masyarakat juga dimanja dengan tampilan reog yang diarak keliling kampung di Dusun Melok Kulon dan Melok Wetan, gebyar seni tayub di Dusun Sirigan, kemudian diakhiri pada malam harinya pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wisanggeni Lahir.

Reporter : Budiono

Editor: M. Hartono