Pemkab Tulungagung Tolak Usulan Pembukaan Lokalisasi Baru

Tulungagung, megapos.co.id – Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Subani Sirab mengatakan, pembukaan lokalisasi perlu dilakukan. Hai itu mengingat karena berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Tulungagung, temuan angka positif HIV/Aids saat ini sudah menyentuh angka ribuan.

Padahal sebelum adanya penutupan lokalisasi hanya sekitar 500 orang terjangkit HIV/Aids. “Sekarang sesuai data, jumlah perempuan yang positif HIV saja sebanyak 1038 orang, ibu rumah tangga ada di urutan pertama sebanyak 541, pekerja seks komersial 259, waria 28 dengan jumlah laki laki mencapai 1282 orang,” ujarnya, Kamis, (31/1/2019).

Subani menilai, penyebaran HIV/Aids di Tulungagung semakin tidak terkendali setelah adanya penutupan lokalisasi yang dilakukan secara bertahap oleh Pemkab Tulungagung hingga awal tahun 2015 yang lalu.

Oleh sebab itu, agar memudahkan pemantauan dan pengendalian penyebaran HIV/Aids, maka pembukaan kembali lokalisasi perlu dilakukan. Subani memperkirakan, lokalisasi akan dibuka di wilayah pinggiran kota, tidak di tempat semula yang ditutup oleh Pemkab Tulungagung.

“Kalau kondisinya seperti ini, Dinas Kesehatan kan semakin sulit untuk mengontrol penyebarannya, karena tidak terlokalisir. Kalau bisa dilokalisir lagi kan mudah mengontrolnya, kita harus realistis,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas Pemkab Tulungagung, Sudarmaji mengatakan bahwa pihaknya menolak usulan dari dewan tersebut, karena bertentangan dengan semangat penutupan yang dilakukan oleh Pemkab Tulungagung beberapa tahun yang lalu.

Sudarmaji menegaskan, penutupan lokalisasi yang dilakukan merupakan komitmen antara Pemkab Tulunagung dan pemerintah pusat. “Kita harus konsisten akan tetap menutupnya dan tidak akan membuka kembali. Ini juga komitmen kita,” tegasnya.

Reporter : Agus Budiyanto

Editor      : M. Hartono