Memilih Pemimpin, Hindari ‘Money’ Politik

Nganjuk, megapos.co.id – Tahun 2019 merupakan tahun politik dimana pemilihan presiden dan pemilihan legislatif akan digelar. Untuk memilih seorang pemimpin hindari ‘money’ politik agar dalam berdemokrasi di republik Indonesia ini mampu melahirkan seorang pemimpin yang betul-betul amanah.

Hal ini seperti disampaikan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, daerah pemilhan VIII Jawa Timur Ir Mindo Sianipar saat rapat dengar pendapat bersama masyarakat, di aula Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/2/2019).

“Sebagai wakil rakyat, saya berkewajiban untuk mengajak masyarakat untuk memilih seorang pemimpin yang betul-betul kita kenal, mengenal dengan baik track record atau latar belakangnya. Bukan memilih karena uang, karena hal itu bisa mengarah ke perbuatan musrik,” ungkapnya.

Menurut Mindo, memilih seorang pemimpin menjadi urusan hati nurani. “Alloh SWT yang akan membimbing kita untuk memantapkan hati memilih seorang pemimpin yang amanah,” tandasnya lagi.

Ir Mindo Sianipar foto bersama peserta rapat dengar pendapat

Masih menurut Mindo, dalam kegiatan dengar pendapat ini untuk menyerap aspirasi masyarakat. Tujuannya agar lebih memasyarakatkan dan membudayakan pentingnya membangun komunikasi antara masyarakat dengan wakilnya dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. ‘’Tentunya agar terjadi komunikasi yang efektif antara masyarakat dan wakilnya di parlemen,” katanya.

Mindo menjelaskan, setiap anggota DPR/MPR RI dan DPD/MPR RI yang terpilih, wajib mendengar dan memperjuangankan masyarakat di daerah pemilihannya. Dikatakan, dengar pendapat sangat penting dilakukan oleh setiap anggota DPR/MPR RI.

“Seorang anggota dewan berkewajiban menampung saran dan aspirasi dari masyarakat yang diwakilinya tentang apa saja, mulai dari keinginan masyarakat di daerah pemilihan yang ingin lebih maju kesejahterannya,’’tuturnya.

Peserta rapat dengar pendapat

Ia mengaku bersyukur rapat dengar pendapat yang selama ini dia lakukan di daerah pemilihannya bisa diterima dengan baik. Menurutnya, dari hasil kegiatan itu dirinya banyak menyerap pertanyaan masyarakat dan aspirasi yang perlu digodok di parlemen.

‘’Ini sudah menjadi tugas saya untuk menyerap dan menampung aspirasi khususnya di bidang pertanian dan perikanan dari masyarakat salah satunya mengenai proses bantuan anggaran dan juga soal pembagian alokasi anggaran di daerah pemilihan VIII yang terdiri atas empat kabupaten,” tandasnya.

Reporter : Jumiati

Editor : M. Hartono