Rencana Pelantikan Plt Bupati Tulungagung, ini Kata Sekda

Tulungagung, megapos.co.id  – Beberapa hari yang lalu beredar penetapan Plt. Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menjadi Bupati definitif ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat melalui aplikasi whatsapp. Menanggapi hal tersebut, Sekda Tulungagung Indra Fauzi angkat bicara.

Surat tersebut  berisi tentang penetapan Maryoto Birowo menjadi Bupati Definitif Tulungagung periode 2018-2023. Surat itu di tandangani Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo pada 11 Juli tahun 2019 lalu.

Ia mengatakan, pihak Pemkab Tulungagung sudah memgajukan dan meminta kepada Pemprov. Jatim untuk melantik Plt. Bupati Tulungagung menjadi Bupati definitif pada tanggal 13 Agustus tahun 2019.

“Kita sudah meminta kepada Pemprov. Jatim untuk melantik Plt Bupati Tulungagung pada tanggal 13 Agustus tahun 2019,” ujar Sekda Tulungagung, Indra Fauzi, Selasa (30/7/19).

Pada tanggal tersebut, kemungkinan bisa berubah, tergantung kegiatan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Misalkan tanggal 13 Agustus itu sudah ditetapkan, maka Gubernur Jatim harus meghadap dan menyamapaikan kepada Presiden RI.

“Kalau maju tidak mungkin, tapi kalau mundur mungkin saja, kemungkinan tidak sampai tanggal 20 Agustus tahun 219,” beber Indra.

Selama ini, Kabupaten Tulungagung dipimpin oleh seorang Plt Bupati, sehingga berimbas pada roda pemerintahan di Tulungagung.

Belum lagi banyaknya Kepala OPD yang pensiun dan hanya dipegang oleh Plt. Kepala Dinas, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Koperasi UKM, serta Dinas PU Pengairan.

Dengan hanya statusnya Plt. Bupati saat ini, Maryoto mempunyai kewenangan yang terbatas. Antara lain dia tidak boleh mengangkat pejabat setingkat Kepala Dinas.

“Plt adalah pelaksana tugas. Dan itu mempunyai kewenangan yang hampir sama dengan definitif,” ujar Maryoto beberapa waktu lalu.

Saat disinggung untuk melakukan dorongan kepada Kementerian Dalam Negeri agar segera menetapkan Bupati definitif, Maryoto bersikukuh untuk tetap menunggu proses yang ada.

Namun pihaknya enggan dikatakan pasif dalam mendorong penetapan Bupati definitif. “Tidak pasif. Kami selalu aktif, selalu mengirimkan (surat), selalu berkoordinasi,” tegas Maryoto.

Reporter : Agus Budiyanto

Editor : M. Hartono