dr Gea Mulyono Ramadhani Putri S.Ked Ikuti Pengambilan Sumpah Dokter FKUB Malang

Nganjuk, megapos.co.id – Akibat pandemi Covid-19, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang  menggelar pengucapan lafal sumpah dokter baru tahun 2020 Program Studi Pendidikan Dokter dengan cara live teleconference, Rabu (22/4/2020) di R Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Sedangkan, untuk pengambilan sumpah dokter masing-masing calon dokter dilakukan di asal daerah masing-masing melalui live teleconference.

Dalam pengucapan sumpah dokter tersebut, diikuti sebanyak 89 calon dokter baru yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia dan Malaysia.

Satu di antara 89 calon dokter baru, dr Gea Mulyono Ramadhani Putri S.Ked putri dari pasangan KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro B.Sc SE SH MH dan Etik Aminingsih BBA ini juga mengikuti pengucapan sumpah dokter secara online.

Pengucapan Lafal Sumpah Dokter ini juga dihadiri oleh Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Profesi, Dr dr M Bachtiar Budianto Sp B (K), Dekan FKUB Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA (K), dan Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, dan para rohaniawan.

dr Gea Mulyono Ramadhani Putri S.Ked didampingi keluarga saat diwawancara wartawan

Selanjutnya, seluruh calon dokter mengikuti pengambilan sumpah dokter yang pimpin oleh Dekan FKUB Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA (K).

Dalam keterangannya, Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Profesi, Dr dr M Bachtiar Budianto Sp B (K) mengatakan bahwa sumpah dokter merupakan kewajiban bagi dokter baru yang akan menjalani profesinya dan menandai berakhirnya proses pendidikan mulai tahap akademik sampai tahap profesi, sehingga secara resmi mereka berhak menyandang gelar dokter.

“Alhamdulilah, di tengah pandemi Covid – 19 ini, kita bisa melaksanakan sumpah dokter secara online. Saya berharap, meski sumpah dokter ini dilakukan secara online namun sumpah ini harus benar-benar diresapi dan dipatuhi dalam menjalankan tugas sebagai dokter,” harap Bachtiar Budianto.

Selain itu, ia juga berpesan kepada dokter baru agar tetap meng-upgrade ilmu pengetahuan baik hard maupun soft skill, menjadi seorang dokter adalah panggilan hati nurani, berjalan sesuai dengan etika profesi dokter.

Dekan FKUB Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA (K) mengucapkan selamat kepada dokter baru dan permohonan maaf acara prosesi yudisium dan sumpah dokter diundur.

Dr dr Wisnu Barlianto meminta agar para dokter baru juga dapat berpartisipasi bahu-membahu mencegah dan melawan Covid-19 ini. Seperti berpartisipasi dalam pencegahan pandemi dengan cara melaksanakan upaya-upaya yang lainnya.

Sementara itu, dr Gea Mulyono Ramadhani Putri S.Ked yang baru saja melakukan pengucapan sumpah dokter mengaku senang dan bersyukur. “Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua dan guru-guru kami yang telah sabar membantu dan membimbing kami dengan baik,” kata dr Gea.

Diakuinya, meski pengambilan sumpah dokter dilakukan dengan cara online, tapi tidak mengurangi dari isi sumpah. “Semoga kita menjadi angkatan yang berbeda dan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” harap dr Gea.

Usai menyandang predikat sebagai dokter muda, dara 23 tahun ini berharap bisa mengabdikan dirinya untuk masyarakat Nganjuk.

Di tengah pandemi Covid – 19 ini, ia menghimbau untuk masyarakat Nganjuk mematuhi himbauan pemerintah di dalam memutus rantai penularan Covid – 19. “Sedangkan kita sebagai dokter, tugasnya menyembuhkan,” tegas pemilik IPK 3,63.

Untuk itu, ia berpesan kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap himbauan pemerintah, jaga kesehatan, makan makanan yang bergizi, gunakan masker agar terhindar dari penularan Covid – 19.

Sementara itu, Romario Nurdin Hutomo Negara SH MH, perwakilan orang tua yang juga kakak kandung dr Gea ditemui usai acara tersebut mengaku senang dan bangga atas keberhasilan adiknya menjadi seorang dokter.

“Kesuksesan dan keberhasilanya tak lepas karena dukungan dan support dari kedua orang tua yaitu ayah dan ibu yang selalu mendoakan sebelum adik saya disumpah hari ini,” kata Romario yang juga pernah menjadi salah satu peserta pertukaran pelajar di Jepang.

Menurut Romario, adiknya merupakan pribadi yang tekun dan peduli terhadap keluarga, lingkungan dan masyarakat sekitar terutama saat mengaplikasikan ilmu kedokteran saat Koas.

“Semoga, setelah pengambilan sumpah dokter hari ini, adik saya bisa menjalankan profesinya sebagai dokter baru dan mengabdikan dirinya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Jumiati