Terapkan Protokol Kesehatan, Bupati Novi Serahkan BPPDGS

Nganjuk, megapos.co.id – Bupati Nganjuk, H Novi Rahman Hidhayat SSos MM menyerahkan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) tahun 2020 secara virtual, Sabtu (14/11/2020) yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Nganjuk.

Pelaksanaan seluruh rangkaian acara menerapkan protokol kesehatan. Satiap peserta dan undangan yang hadir diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, diantaranya memakai masker, mencuci tangan, memeriksa suhu tubuh menggunakan thermogun dan jaga jarak selama acara berlangsung.

Penerima BPPDGS

Acara tersebut dihadiri alim ulama dan para kyai, perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, pengurus PCNU dan MWC Nganjuk dan Kepala SD/SMP swasta serta Kepala Madrasah Diniyah. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, yaitu Sabtu (14/11/2020) bertempat di Pendopo Kabupaten Nganjuk dan diikuti secara virtual di 20 kecamatan. Sedangkan Senin – Rabu (16-18 November 2020) bertempat di Aula Kantor Kementerian Kabupaten Nganjuk.

Di setiap momen acara, Bupati Novi selalu menyisipkan ajakan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, karena saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid – 19.

“Jada diri sendiri dan keluarga dari penularan Covid – 19 dengan menerapkan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan jaga jarak,” ungkap Mas Novi sapaan akrab Bupati Nganjuk, H Novi Rahman Hidhayat SSos MM saat acara penyerahan BPPDGS tahun 2020.

Dalam kesempatan itu, Mas Novi juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nganjuk (Pemkab) Nganjuk komitmen memprioritaskan penganggaran untuk pendidikan baik pendidikan formal maupun non formal dalam rangka pembangunan SDM.

“Ini menjadi salah satu wujud dari program Tri Cipta Bhakti Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang kedua, yaitu pembangunan SDM yang unggul dan berkualitas,” terang Mas Novi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Mas Novi, Pemkab terus berupaya mensinergikan anggaran pemerintah daerah dengan pemerintah pusat sehingga harapannya program-program pemerintah bisa langsung menyentuh masyarakat.

“Pendidikan Diniyah menjadi salah satu program prioritas Pemkab Nganjuk dalam membangun SDM yang berkualitas dan berakhlakul karimah. Ini penting karena pendidikan dan aklaq menjadi benteng kita untuk pembangunan di Kabupaten Nganjuk,” pungkas Mas Novi

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda SH MH mengatakan penyerahan BPPDGS ini dimaksudkan untuk mencegah siswa putus sekolah pada jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula dan madrasah Takmiliyah Wustho, Paket A/B dan Paket A/B pondok pesantren di Provinsi Jawa Timur.

“Selain itu, juga untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan memperoleh layanan pendidikan yang disebabkan karena kondisi ekonomi maupun alasan sosial budaya, membantu siswa memperoleh layanan pendidikan yang lebih tinggi, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa serta meningkatkan kesejahteraan ustadz atau guru,” terang Samsul.

Adapun BPPDGS ini bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur dan APBD kabupaten Nganjuk. Penerima BPPDGS pada lembaga Madin, SD / SMP Swasta yaitu Madin Ula sebanyak 523 lembaga, Madin Wustho 49 lembaga, SMP swasta 30 lembaga dan SD swasta sebanyak 28 lembaga.

Reporter : Jumiati