Cerita Keluarga Pasien di Tenda Darurat RSUD Nganjuk

Nganjuk, megapos.co.id – Siang itu sekitar pukul 11.30 WIB, Sabtu (26/12/2020), perempuan paruh baya duduk termenung di halaman Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Nganjuk menunggu sang Ibu yang sedang dirawat di tenda darurat.

Meningkatnya kasus Covid-19, membuat IGD RSUD Nganjuk tak mampu lagi menampung pasien. Pihak RSUD Nganjuk bekerjasama dengan BPBD dan Dinas Sosial PPPA membangun tenda darurat untuk pasien.

Kondisi yang kurang nyaman dan panas ketika siang hari harus dirasakan pasien, begitu sebaliknya saat malam hari tiba, ruangan tersebut terasa dingin. Kondisi itu tidak hanya dirasakan pasien saja, akan tetapi keluarga pasien yang setiap saat harus menunggu, juga mulai merasa kelelahan.

Namun, kondisi ini harus dilalui oleh Sulikah (29 th), salah seorang putri pasien yang saat ini sedang dirawat di tenda darurat.

Ia mengaku belum mengetahui sampai kapan ibunya harus dirawat di tenda darurat. Namun demikian, ia berharap, segera mendapatkan ruang perawatan untuk ibunya.

“Kita hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga pandemi Covid – 19 di Nganjuk segera berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan, Agus salah satu keluarga pasien yang juga dirawat di tenda darurat. Menurut Agus, adiknya sudah berusaha untuk dirawat di RS Bhayangkara dan RS Islam Nganjuk, namun kedua rumah sakit tersebut menolak karena ruangan penuh semua.

“Di tenda daurat ini sangat tidak nyaman dan panas, sebagai antisipasi, kita menggunakan kipas, karena ACC di tenda darurat belum terpasang,” katanya.

Di tengah keterbatasan tenda darurat ini, Irul dan Agus berharap semoga keluarganya segera mendapatkan ruang perawatan dan pelayanan yang maksimal.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid – 19 Kabupaten Nganjuk, Dr Hendriyanto mengatakan saat ini ruang IGD dan ruang perawatan sudah overload atau melebihi kapasitas, untuk itu, RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono mendirikan tenda darurat untuk menambah kapasitas hunian pasien Covid – 19.

“Per Sabtu, 26 Desember 2020, perkembangan terkini pandemi Covid-19 di Kabupaten Nganjuk suspek 762, probable 22, konfirmasi 1047, dirawat 87, sembuh 855, meninggal 105 dan kontak erat 6769. Jumlah kontak erat yang tinggi berpotensi untuk menambah jumlah terkonfirmasi positif,” ungkapnya, Sabtu (26/12/2020).

Berdasarkan evaluasi, kata Dr Hendriyanto, diketahui banyak konfirmasi dari kontak erat dan konfirmasi tanpa gejala. ini menandakan banyaknya penularan dari orang yang membawa virus tanpa diketahui gejalanya.

Oleh karena itu, Satgas sangat mendorong masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 3M plus demi keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Sementara itu,  kapasitas hunian RS rujukan di Kabupaten Nganjuk dan RS Darurat Pu Sindok adalah  RSUD Nganjuk 76 TT, RSUD Kertosono 26 TT, RS Bhayangkara Ngajuk 20 TT, dan RS Darurat Pu Sindok 50 TT.

Dalam rangka pengendalian penyebaran Covid 19 di Kabupaten Nganjuk, Bupati Nganjuk, H Novi Rahman Hidhayat mengeluarkan Surat Edaran nomor 440/3362/411.010/2020 yang berisi 12 poin, yaitu Satgas bersama TNI/ POLRI di tiap tingkatan wilayah menghimbau masyarakat untuk tidak merayakan pergantian tahun baru, seluruh aparatur sipil negara/ ASN di Kab Nganjuk untuk siaga di tempat dan tidak melakukan cuti dinas.

Pengusaha cafe dan restoran agar membatasi pengunjung dan menganjurkan take away ( bungkus makanan untuk dibawa pulang ) dan menunda pembelajaran tatap muka sampai kondisi dinyatakan aman dan kondusif.

Selain itu, untuk kegiatan keagamaan yang tidak bersifat wajib diijinkan dengan syarat mematuhi protokol kesehatan, membuat pernyataan bermaterai dan membatasi peserta kurang dari 50 orang. Untuk kegiatan hajatan, syukuran dan pentas seni budaya yg mengundang lebih dari 50 orang terutama undangan dari luar kota tidak diijinkan. Masa tugas relawan covid 19 diperpanjang sampai bulan Juni 2021.

Tidak hanya itu, membuka rumah sakit darurat tambahan bagi pasien terkonfirmasi tanpa gejala sampai gejala ringan, pasien terkonfirmasi positif dilarang melakukan isolasi mandiri. Satgas covid 19 tingkat desa dan kecamatan segera melakukan surveilance, bila perlu melakukan lockdown sementara.

Camat dan kepala desa/lurah mengaktifkan kembali kampung tangguh semeru, Camat dan kepala desa/ lurah mengaktifkan rumah singgah atau rumah isolasi sementara terutama di wilayah zona merah dan orange dan Surat edaran ini hendaknya dipedomani semua pihak sampai kondisi kembali ke zona hijau/ zona kuning.

Di samping itu,  Disparporabud telah  menutup 4 obyek wisata di Kabupaten Nganjuk, yaitu Obyek wisata Taman Rekreasi Anjuk Ladang, Obyek wisata Goa Margo Tresno,  Obyek wisata Roro Kuning dan Obyek wisata Air Terjun Sedudo.

Menyikapi trend peningkatan kasus Covid 19 di Kabupaten Nganjuk, Bupati sangat mengharapkan peran aktif masyarakat tetap mematuhi arahan pemerintah, meningkatkan kewaspadaan dengan menjalankan 3 M plus yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir dan meningkatkan imunitas.

Reporter : Jumiati