Yayasan Darul Fallah dan LPD, Santuni Lansia Tuna Netra Sebatangkara

Nganjuk, megapos.co.id – Didampingi LSM Lembaga Penegak Demokrasi (LPD) dan sejumlah aktivis peduli sosial, Yayasan Darul Fallah Kabupaten Nganjuk memberi santunan sembako kepada Mbah Parji, lansia tuna netra sebatangkara berusia 76 tahun asal Dusun Miren RT 004/009 Desa Sidoharjo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, Senin (8/2/2021).

Yayasan Darul Fallah merupakan yayasan pendidikan dan sosial yang sangat peduli dengan kegiatan sosial di masyarakat ini, berkantor di Pandanarum Desa Kemlokolegi Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk.

Didampingi LSM LPD dan Aktivis Peduli Sosial, Yayasan Darul Fallah memberikan bantuan kepada Mbah Parji

“Kedatangan kami ke rumah Mbah Parji yang saat ini rumahnya direhab oleh Pemdes Sidoharjo, semata-mata hanya rasa kepedulian kami terhadap nasib sesama,” ujar Maftuhatun Nikmah perwakilan Yayasan Darul Fallah Kabupaten Nganjuk.

Senada disampaikan oleh Sugianto LSM Lembaga Penegak Demokrasi Kabupaten Nganjuk, menurutnya, jauh hari pihaknya menggandeng Mochamad Riduan atau Abah Gondrong selaku aktivis peduli sosial untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sidoharjo dan unsur desa lainnya, guna melakukan bedah rumah milik Mbah Parji yang kondisinya mengenaskan, serta mencari donatur untuk kebutuhan hidup Mbah Parji .

“Syukurlah, upaya yang kami lakukan bersama Abah Gondrong mendapat respon positif dan ditindaklanjuti oleh pemerintah desa setempat, terbukti rumah Mbah Parji langsung direhab. Dan juga ada donatur untuk kebutuhan makan Mbah Parjo,” ungkap Sugianto didampingi Abah Gondrong.

Kepedulian Yayasan Darul Fallah terhadap nasib yang dialami Mbah Parji mendapat apresiasi positif dari semua pihak dan warga setempat.

Hal ini disampaikan oleh Amirul Mukminin selaku Ketua RW 009 Desa Sidoharjo, bahwa tujuan dilakukan bedah rumah karena memang kondisi tempat tinggal Mbah Parji yang berukuran 5X4 ini sangat mengenaskan, bahkan atapnya rusak parah dan bocor jika musim hujan.

Sedangkan dia tinggal dirumah sendirian karena memang belum menikah dan dalam kondisi tuna netra sejak lahir.

“Kebutuhan makan Mbah Parji, hanya mengandalkan pemberian adiknya dan bantuan dari tetangga,” katanya.

Reporter : Jumiati