PG Tjoekir Mulai Buka Giling, Targetkan Rendemen 7,85

Jombang, megapos.co.id – Pabrik Gula Tjoekir Jombang mulai buka giling dan menargetkan rendemen 7,85. Untuk itu, persiapannya dengan merencanakan steam test hasil giling pada 29 Mei 2021.

Karena aktivitas pabrik sudah mulai bekerja sehingga ketika memasuki area giling harus menggunakan pengaman (savety), memakai sepatu pengaman, memakai helm pengaman, dan mematuhi protokol kesehatan.

Demikian General Manager PTPN X Pabrik Gula Tjoekir Kabupaten Jombang Zaenal menyampaikan kepada awak media yang hadir menyaksikan kegiatan giling perdana dalam lingkup PG Tjoekir, Jumat (4/6/2021).

Untuk mewujudkan target dengan kualitas gula hasil bagus, kata Zaenal, maka butuh batang tebu yang kualitas pula, sehingga gula hasil kualitas sesuai harapan kita bersama. “Pabrik Gula Tjoekir melayani giling tebu dengan optimal,” tandasnya.

Untuk itu, katanya, giling tahun 2021 ditargetkan rendemen mencapai 7,85 persen dengan produksi tebu tahun 2021 sebanyak 415.217,7 ton. Direncanakan, produksi akan menghasilkan gula sebanyak 32.641 ton.

Menurut Zaenal, target rendemen sebesar 7,85 persen dengan harapan capaian target tersebut harus memenuhi bahan baku tebu kualitas baik, bersih segar masak dari usia tanam.

“Tidak hanya itu, jenis tebu juga ada pengaruh pada masa masak, dengan usia tebu mencapai 12 bulan panen untuk masak awal, sedangkan jika masak akhir giling, tebu bisa bertahan sampai 16 bulan panen,” katanya.

“Tidak hanya giling tebu, Pabrik Gula Tjoekir juga menata petani mulai masa tanam tebu dan masa tenang, karena petani tebu memiliki cara masing-masing dalam pola menanam,” ucapnya.

Sementara itu, komponen mesin yang sudah tidak layak pakai, sebelum giling juga diganti baru dengan sudah diawali sistim tes (uji coba peralatan) pada tanggal 29 Mei 202.

Perlu diketahui, buka giling tahun 2021 tetap menggunakan selamatan dengan tidak mengundang dari luar.

“Sebelum giling dimulai, kami tetap mengadakan ritual “selamatan giling” dan kami tidak mengundang dari luar biar tidak menimbulkan kerumunan karena masih masa pandemi covid 19,” tuturnya.

Reporter : Wisnu