Pemerintah Desa Geger dan Warga Bersihkan Material Longsor

Tulungagung, megapos.co.id – Cuaca buruk beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung mengalami longsor.

Salah satunya, longsoran itu terjadi di Desa Geger Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung pada 17 Juni bulan kemarin yang menimpa beberapa rumah warga dan menutup akses jalan.

Kepala Desa (Kades) Geger, Jumari pada mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah desanya mengalami bencana tanah longsor saat setelah terjadi hujan beberapa waktu yang lalu. Longsoran itu ada di 31 titik yang menimpa beberapa rumah warga dan di 4 titik lainnya menutup akses jalan, namun demikian tidak ada korban jiwa.

“Bencana longsor kali ini mengakibatkan beberapa rumah warga tertimpa material longsoran dan menutup bahu akses jalan desa, keselurahan longsoran terjadi di 35 titik.Beruntung tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut,” ungkapnya kepada megapos.co.id, Kamis (8/7/2021)

Jumari mengatakan bahwa setelah terjadi longsoran, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini BPBD untuk mengambil langkah cepat menangani material longsoran yang merusak beberapa fasilitas jalan dan rumah warga. Dari pihak BPBD mengirimkan 1 alat berat berupa eksavator. Namun, itu belum cukup untuk segera mengatasi material longsoran.

“Dari Pemerintah Daerah kirim 1 alat berat, tapi itu kurang sehingga pihak desa harus sewa alat lain untuk segera angkat material tanah longsoran yang tentunya menggunakan biaya sewa yang mahal dari alokasi Dana Desa(DD) tahun ini. Saya harap pemerintah daerah serius tangani musibah di Desa Geger ini,” katanya.

Ia menambahkan jika Pemerintah Daerah tidak maksimal karena keterbatasan anggaran dalam musibah longsor ini, maka selanjutnya pihak Desa dan warga akan menangani musibah ini dengan swadaya, sudah ada 3 dusun terdampak longsor yang sudah dilaksanakan kerja bakti membersihkan material longsoran secara sukarela dan swadaya oleh masyarakat setempat yang berada di Dusun Tambibendo, Sukorejo dan tumpak Piring.

“Kkami dan warga sudah melaksanakan pembersihan material longsoran di 3 dusun secara sukarela dan swadaya karena keterbatasan bantuan alat berat dari Pemerintah Daerah,” imbuhnya.

Jumari menghimbau agar warga waspada karena curah hujan yang akhir-akhir ini terjadi mengingat bisa mengakibatkan longsor terjadi. Ia berharap agar cuaca kembali normal agar tidak terjadi longsor susulan.

“Jika cuaca buruk, warga di wilayah ini menjadi khawatir, karena sangat berbahaya jika kembali terjadi longsor,” pungkasnya.

Reporter : Sudarwanto
Editor : M Hartono