Pemdes Ketanon Maksimalkan Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19

Tulungagung, megapos.co.id – Kesiapsiagaan Pemerintah Desa (Pemdes) Ketanon Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung beserta Tiga Pilar dan Tim Relawan Desa dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 tampak solid, ini harus didukung oleh warga masyarakat setempat dengan mematuhi segala bentuk aturan dan peraturan serta himbauan dari Pemdes guna menekan angka penyebaran covid-19 di Desa Ketanon.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Ketanon Masrur melalui stafnya Guntur di Balai Desa Ketanon, Kamis (22/7).


“Pemerintah Desa bersama Tiga Pilar dan Tim relawan desa harus solid dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 ini, kami harap warga patuhi peraturan dan himbauan dari Desa,” katanya.

Menurut Guntur, Pemdes Ketanon juga membentuk Tim relawan Desa Tangguh Covid-19. Hal tersebut merujuk pada surat edaran nomor 8 tahun 2020 dari Kemendes PDTT terkait dengan Desa Tanggap Covid-19 dan penegasan PKTD.

“Pemdes Ketanon terus berupaya melakukan penanggulangan Covid-19 melalui plot anggaran dana Desa Siaga yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti penyedian sarana/prasana CTPS, sosialisasi pencegahan covid-19, pendirian Posko Desa Tangguh Covid-19, operasional posko, pendataan data transmisi, fasilitasi dasar kepada relawan, serta penyediaan disinfektan untuk sarana umum,” terangnya.

“Sementara ini dana yang dimanfaatkan untuk operasional Desa Siaga memang minim, namun demikian Pemerintah Desa telah menyiapkan kebijakan opsi anggaran manakala diperlukan skala penanganan Covid-19 yang lebih besar merujuk SE dari Kemendes PDTT No 8 Tahun 2020,” jelasnya.

Masih menurut Guntur, Tim Relawan Desa memiliki tugas diantaranya adalah sebagai pemulasaraan jenasah dan orang yang bertugas khusus menggali tanah pemakaman untuk penguburan jenasah Covid-19. Selain itu, Pemerintah Desa juga menyediakan tempat isolasi dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang diisolasi.

 “Kami tugaskan tim Relawan Desa sesuai tugasnya dan juga kami sediakan ruang khusus isolasi serta memenuhi kebutuhan dasar warga yang di isolasi,” tambahnya.

Menurrnya, Pemerintah Desa juga memasang bendera warna orange di rumah warga yang terindikasi terpapar Covid – 19 dengan maksud agar warga bisa meminimalisir berinteraksi.

“Dalam upaya yang telah dilaksanakan selama ini, dijumpai berbagai kendala diantaranya sulitnya mendapatkan alat pelindung diri sesuai standar yang akan diberikan kepada petugas/relawan seperti masker, hand sanitizer, dan sebagainya,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, sulitnya mendapatkan cairan disifenktan yang akan disediakan untuk penyemprotan berkala di fasilitas umum, juga menjadi penghambat meskipun saat ini Pemerintah Desa terus bekerjasama dengan Puskesmas dan BPBD yang juga memfasilitasi bahan disinfekatan walaupun jumlahnya sangat terbatas.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa berharap warga Desa Ketanon selalu ikuti arahan, petunjuk dan himbauan dari Pemerintah Desa agar penyebaran Covid-19 bisa teratasi dengan segera sehingga Covid-19 berangsur hilang dan aktivitas sosial perekonomian bisa berjalan normal kembali.

Reporter : Sudarwanto
Editor : M Hartono