Pemdes Bendo Bangun Sanitasi Pipanisasi dan Pengurukan Lahan Usulan Warga

Tulungagung, megapos.co.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Bendo Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung saat ini melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur setelah beberapa waktu yang lalu sudah melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa atau BLT-DD ke sejumlah 96 KPM (Kelurga Penerima Manfaat) Desa Bendo yang sudah disalurkan sampai bulan Juni 2022.

DD benar-benar dimanfaatkan oleh Pemdes Bendo, dimana penggunaannya direalisasikan untuk bantuan warga yang menjadi skala prioritas akibat pandemi Covid-19 dan juga sebagian lainnya untuk membangun infrastruktur.

Pembangunan fasilitas warga masyarakat yang dimaksud diambilkan dari item ketahanan pangan  dari DD sejumlah 20 persen untuk pembangunan sanitasi warga dengan pipa atau pipanisasi serta pengurukan lahan kosong di mana nanti peruntukannya ke depan untuk pembangunan Gubuk Tani di tengah persawahan produktif warga dan juga fasilitas olah raga yaitu lapangan bola voli.

Kepala Desa (Kades) Bendo, Maryadi,S.Pd mengatakan, pembangunan fasilitas ini bukan serta merta dilakukan begitu saja.

“Sebab, di samping sudah menjadi usulan warga dalam pelaksanaan Musyawarah Dusun (Musdus) dan Musyawarah Desa (Musdes),” ungkap Maryadi, Rabu (19/4/2022) di Balai Desa Bendo.

Salah satu pembangunan yang nampak berupa pembuatan sanitasi pipanisasi warga yang berada di Dusun Cabe RT 04 RW 01 memang dibutuhkan mengingat debit air ketika turun hujan, air yang mengalir tidak melalui drainase melainkan kejalan dan tentu sangat darurat serta menganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Apalagi, kalau ketika turun hujan dengan intensitas tinggi maka air akan meluber kemana-mana serta banjir.

Selain itu, fungsi pembuatan sanitasi tersebut, untuk pembuangan limbah warga berupa limbah industri tempe yang memang Desa Bendo terkenal akan home industri tempe.

“Pelaksanaan program infrastruktur ini sudah menjadi usulan warga melalui musyawarah desa,” ucapnya.

Lebih lanjut Maryadi mengatakan, pembangunan Gubuk Tani juga menjadi program utama untuk melayani permintaan warga Desa Bendo karena mayoritas warga Desa Bendo berprofesi di sektor pertanian.

Mengenai target pengerjaan, diakui Kades Maryadi, akan dimaksimalkan untuk tahun ini.

“Jika belum rampung akan dilanjutkan tahun mendatang mengingat tahun ini, DD juga banyak terserap untuk bantuan warga sebesar 40 persen dari total keseluruhan DD,” imbuhnya.

“Kita bangun Gubuk Tani untuk warga tani, jika tahun ini belum rampung, kita lanjutkan untuk tahun berikutnya mengingat DD banyak terpangkas untuk bantuan langsung ke warga,” tandasnya.

Maryadi berharap, dengan adanya pembangunan sarana dan prasarana ini, dapat membantu warga beraktivitas sehari-hari agar dapat lancar tanpa ada kendala dalam menompang ekonomi masyarakat desa,” katanya lagi.

“Saya menghimbau agar fasilitas Desa yang telah dibangun hendaknya dapat dijaga dan dirawat agar tidak rusak. Sehingga, dengan begitu maka pemanfaatannya dapat lama digunakan,”pungkasnya. (SDR/Win)