DaerahHead Line NewsPolitik & PemerintahanProbolinggo

Wali Kota Probolinggo Hadiri Peresmian Alun-Alun dan Proyek Infrastruktur Lainnya

Probolinggo, megapos.co.id – Pembangunan trotoar pematusan kawasan Alun-alun Kota Probolinggo rampung. Sabtu (10/1/2026) petang, wajah baru Alun-alun pun diresmikan Wali Kota dr. Aminuddin dan Wawali Ina Dwi Lestari.

Revitalisasi ini merupakan wujud program Probolinggo Bersolek, khususnya di bidang infrastruktur.

Sejak penutup proyek pembangunan dilakukan beberapa hari lalu, masyarakat nampak antusias dengan wajah baru Alun-alun yang lebih luas dan tertata.

Terpantau masyarakat sudah banyak berolahraga atau pun sekadar berjalan-jalan di kawasan Alun-alun. Tak sedikit yang mengabadikan momen saat beraktivitas disana

 

Banyak tempat duduk untuk bersantai menikmati suasana kota. Dilengkapi lampu-lampu estetik dan bunga yang sedap dipandang.

Kondisi ini pun diharapkan terus terjaga dengan kerja sama seluruh masyarakat. Karena ruang publik yang nyaman, bersih dan ikonik ini sudah dinanti masyarakat.

“Ini tentunya menjadi suatu kebahagiaan bagi masyarakat Kota Probolinggo, karena hari ini kita telah meresmikan beberapa proyek dalam rangka untuk memperindah kota mewujudkan Probolinggo Bersolek,” kata Wali Kota Aminuddin.

Ya, selain Alun-alun, sore itu beberapa proyek infrastruktur ikut diresmikan. Seperti Preservasi Jalan di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Panglima Sudirman, pintu masuk Pasar Baru di Jalan Panglima Sudirman, Sentra Wisata Kuliner (SWK) GOR. A Yani (sisi selatan dan pusat oleh-oleh Dekranasda.

“Alhamdulillah itu (semua proyek) akan membuat suasana dan penampilan Kota Probolinggo lebih cantik,” ungkapnya.

Wali Kota dr. Aminuddin pun memastikan kawasan Alun-alun tetap bersih dan rapi, bebas dari Pedagang Kaki Lima (PKL) maupun permainan.

Untuk mewujudkan harapan itu, wali kota mengimbau masyarakat yang berkunjung di Alun-alun dapat turut serta menjaga fasilitas publik tersebut.

“Kita bersama-sama menjaga keindahan, kerapiannya. Ini semua juga akan terus kita evaluasi, nantinya juga kita akan terus percantik. Kita lihat pohon-pohon dan bunganya ini baru, rumput-rumputnya juga nanti masih akan tumbuh. Jadi jangan sampai rusak maupun hilang, mari tetap saling menjaga,” imbaunya.

Senada dengan itu, Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Pemkot serta seluruh pihak terkait untuk terus melakukan peningkatan-peningkatan kemajuan daerah.

Dekranasda, sebagai wadah UMKM di Kota Probolinggo menghimpun semua kurasi produk yang menjadi potensi daerah yang memilik ciri khas budaya.

“Itu akan kami kumpulkan di Dekranasda. Sejalan dengan rencana Bapak Wali Kota Aminuddin Bu Wawali Ina, adanya commuter line akan menjadi pusat keramaian baru, maka kami memindahkan pintu haluan dengan menghadap ke jalan raya, sehingga untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung dan membeli cinderamata maupun pusat oleh-oleh khas Kota Probolinggo mudah didapatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti menambahkan penataan dan pemanfaatan kawasan Alun-alun akan terus dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama dengan instansi terkait.

“Belajar dari kawasan Alun-alun daerah lainnya, Alun-alun bukan dimanfaatkan untuk PKL. Apalagi, Alun-alun baru saja direvitalisasi. Kondisinya sekarang jauh lebih elok, cantik. Kami dari PUPR sudah melakukan revitalisasi. Selanjutnya, pemanfaatan dan penataannya juga akan melibatkan Perangkat Daerah terkait, seperti Satpol PP melakukan penertiban, DKUP pembinaan kepada para PKL, DLH juga akan berkontribusi terhadap tanaman-tamannya. Semoga kedepan masyarakat bisa menikmati Alun-alun dengan nyaman, dan turut serta menjaga,” jelasnya.

Masa pemeliharaan Alun-alun pun masih tanggung jawab pihak ketiga sampai setahun ke depan. Dengan keberadaan Alun-alun Kota Probolinggo yang representatif diharapkan memberikan kesan yang positif bagi wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung sehingga dapat menjadi simpul aktivitas pariwisata yang inklusif bagi masyarakat luas. (**)