DaerahHead Line NewsPasuruanPendidikanPolitik & Pemerintahan

Polemik Study Tour, MAN 1 Pasuruan : Observasi Kampus Bukan Study Tour

Pasuruan, megapos.co.id – Kegiatan observasi kampus ke wilayah Yogyakarta yang digelar MAN 1 Pasuruan sempat menuai kontroversi.

Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah melakukan klarifikasi untuk meluruskan masalah tersebut 

Humas MAN 1 Pasuruan, Akhmad Huda mengatakan, bahwa kegiatan tersebut bukan study tour rekreasi, melainkan observasi kampus yang bersifat edukatif dan sukarela, khususnya bagi siswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, kegiatan ini difokuskan pada pengenalan dunia kampus agar siswa memiliki gambaran nyata sebelum menentukan pilihan studi lanjut.

“Ini bukan study tour wisata, tetapi observasi kampus. Tidak ada paksaan bagi wali murid atau siswa. Yang ikut adalah mereka yang berkenan dan memang punya rencana melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” jelasnya Jumat 13/2/2026 seperti dikutip dari jatimsatunews.com.

Dalam kegiatan tersebut, siswa melakukan kunjungan akademik ke beberapa perguruan tinggi, antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya, kemudian Universitas Negeri Yogyakarta, serta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Yogyakarta. 

“Agenda meliputi pengenalan lingkungan kampus, informasi program studi, serta motivasi melanjutkan pendidikan tinggi.

Sejumlah wali murid juga menyampaikan bahwa tidak ada tekanan dari sekolah,” tegasnya.

Dikatakan Akhmad Huda, mereka menilai kegiatan ini bermanfaat bagi siswa yang memang ingin melanjutkan kuliah, sementara yang tidak berminat tidak diwajibkan ikut.

“Terkait perizinan, kegiatan ini merupakan program bidang kesiswaan dengan humas sebagai penghubung ke pihak kampus,” katanya lagi.

Karena murni kegiatan pendidikan internal dan tidak menggunakan dana BOS, lanjutnya, sekolah menilai tidak ada kewajiban izin khusus dari instansi eksternal.

“Selain itu, penggunaan jasa travel disebut telah mempertimbangkan legalitas, keamanan, dan kredibilitas penyedia layanan transportasi demi keselamatan peserta,” tambahnya.

Ia pun berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

“Kita komitmen agar setiap program pendidikan tetap berorientasi akademik, transparan, serta menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Pasuruan,” tutupnya. (**)