Dinas Kesehatan dan BPOM Kabupaten Kediri Gelar Survey Keamanan Pangan pada Penjual Takjil
Kediri, megapos.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri bekerjasama dengan BPOM Kediri melakukan kegiatan survey tentang keamanan pangan yang dijual para penjual takjil, Selasa (24/2/2026) pukul 16.30 WIB di Desa Bedrek, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Pelaksanaan kegiatan ini sesuai PP 86 tahun 2019, tentang Keamanan Pangan.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, dr. Achmad Khotib mengatakan, musim puasa yang lagi marak adalah penjualan takjil dengan berbagai variasi bentuk dan warna makanan. Harus dipastikan bahwa yang dipakai betul-betul bahan yang aman untuk dikonsumsi.
“Hulu rantainya mulai diproduksi, penyimpanan, distribusi, sampai ke tangan konsumen itu harus kita pastikan aman juga dengan cemaran yang membahayakan,” kata Kadinkes.
Kali ini, menurutnya, mengambil titik di wilayah barat sungai yaitu di Grogol dan sekitarnya. Tahun lalu titik survey di timur sungai yaitu di sekitar SLG, Dlopo, sampai dengan di Bogo, di Pare juga sudah sering.
“2 tahun terkahir ini wilayah selatan sampai dengan Sambi, alhamdulillah nihil dengan cemaran buangan takjil, sekarang kita survey di barat sungai. Tujuan utam yaitu Pasar Gringging karena disana pusat dari banyaknya penjual takjil, apalagi dekat dengan Bandara menjadi lokasi favorit ngabuburit,” tambah Kadinkes.
Sementara itu, Andika selaku PFM Ahli Madya BPOM Kediri mengatakan, bahwa dari beberapa sampel tadi dicurigai masih ditemukan zat pewarna dari Rhodamin B. Untuk sampel uji ada 4 parameter, Boraks, Formalin, Rhodamin B, Metanil Yellow.
“Tapi ini masih kita curigai setelah ini kita lanjut uji lab untuk memastikan bahwa sampel tersebut mengandung Rhodamin B atau tidak, terangnya.
Dikatakannya, setelah ada hasilnya, akan dilakukan pembinaan kepada para pedagang,
“Kita telusuri apakah produk tersebut dibikin sendiri atau mengambil dari pabrik. Sementara ini kita melakukan pembinaan dulu apabila penjual masih ngeyel akan kita tindak dengan tegas,” tegas Andika.
Di kesempatan yang sama, Nieken Dewi Pamikatsih selaku Administrator Kesehatan Ahli Muda, ada 20 sampel makanan jajanan basah seperti sempol, sosis, saos, cenil, klepon, lopis, dan lainnya.
Harapannya dengan hasil giat ini agar masyarakat bisa mendapatkan makanan yang baik.

“Beberapa pedagang yang tadi tidak diambil sampelnya tetapi diberikan himbauan. Untuk hasil lab nanti menunggu hasil dari BPOM yang bisa menyampaikan apakah nantinya ada hasil yang tidak memenuhi syarat dari tes cepat yang dilakukan,” pungkas Nieken. (ADV)
