BlitarDaerahHead Line NewsPolitik & Pemerintahan

Santuni 377 Anak Yatim, Program “OASE ” Digelar di Empat Wilayah Kabupaten Blitar

Blitar, megapos.co.is – Program OASE (Orang Tua Asuh Sehari) BAZNAS adalah inisiatif santunan anak yatim untuk belanja kebutuhan Lebaran, di mana setiap anak didampingi untuk memilih sendiri pakaian, sepatu, atau perlengkapan lainnya, Senin ( 9 / 3/2026) .

Program santunan anak yatim kembali digelar tahun ini sebagai agenda tahunan selama bulan Ramadan.

Kegiatan tersebut bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim menjelang Hari Raya Idulfitri.

Ketua Baznas Kabupaten Blitar Lazim menyampaikan Dalam program tersebut, sebanyak 377 paket santunan disiapkan untuk anak yatim yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui beberapa titik pentasarupan yang telah dijadwalkan.

Untuk wilayah Talun, kegiatan dilaksanakan di Toko Mira dan mencakup beberapa kecamatan yakni Talun, Gandusari, Selopuro, Garum, serta sekitarnya. Kegiatan ini berlangsung dalam dua hari berturut-turut.

Selanjutnya pada 10 Maret, santunan dilaksanakan di dua lokasi. Pertama di wilayah Kesamben, bertempat di Toko Trend Besen yang meliputi Kecamatan Kesamben, Binangun, Wates, dan Selorejo. Pada hari yang sama, kegiatan juga digelar di wilayah Kademangan yang berlokasi di Posmodal Jatinom, meliputi Kecamatan Kademangan, Panggungrejo, Bakung, dan Wonotirto.

Kemudian pada 11 Maret, santunan kembali dilaksanakan di dua wilayah yakni Kanigoro dan Srengat.

Untuk wilayah Srengat kegiatan berlangsung di Toko AWW Vision Bagelenan dan mencakup Kecamatan Srengat, Ponggok, Wonodadi, serta Udanawu. 

Sementara di wilayah Kanigoro kegiatan dipusatkan di Posmodal dan meliputi Kecamatan Kanigoro, Sutojayan, Ponggok, serta sekitarnya.

Penyelenggara berharap kegiatan ini mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menumbuhkan kepedulian masyarakat agar semakin terbiasa berbagi kepada sesama.

“Kami ingin anak-anak yatim merasakan kebahagiaan di bulan Ramadan. Ketika mereka senang, itu juga menjadi kebahagiaan bagi kita semua,” ujar salah satu panitia kegiatan.

Selain memberikan santunan, program ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta sejumlah lembaga profesi.

Beberapa organisasi yang turut berkolaborasi di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan program santunan anak yatim ini dapat terus berjalan dan memberi kesan mendalam bagi para penerima manfaat, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat. ( Adv/Ayu)