Pemkot Probolinggo Gelar Ngabuburit Heppi 2026, Usung Tema “Harmoni Silaturahmi, Bersama Jaga Kota”
Probolinggo, megapos.co.id – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Ngabuburit Heppi 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Silaturahmi, Bersama Jaga Kota”.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga dan membangun Kota Probolinggo, Sabtu (07/03/2026) Malam.
Acara diawali dengan penampilan visual di layar besar yang menampilkan berbagai program dan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kota Probolinggo.
Tayangan tersebut menggambarkan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, serta keindahan lingkungan kota sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang nyaman, tertata, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Walikota Probolinggo dr. Aminuddin, Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtoyo, Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo Dr. Lucia Aries Yulianti, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo.
Selain itu turut hadir perwakilan Kodim 0820/Probolinggo, perwakilan Polres Probolinggo Kota, Baznas Kota Probolinggo, Ketua Pengadilan Agama Kota Probolinggo, anggota DPRD Kota Probolinggo, seluruh camat se-Kota Probolinggo, serta para awak media dari berbagai platform baik televisi, media cetak, maupun media online.
Dalam sambutannya, Plt Kadis Kominfo Kota Probolinggo Dr. Lucia Aries Yulianti, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat, pemerintah, komunitas kreatif hingga insan media.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Ngabuburit Heppi 2026 sekaligus menjadi momentum pencanangan gerakan Jaga Kota Probolinggo, yang merupakan akronim dari Jaring Aspirasi Warga Kota Probolinggo.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan daerah pada hakikatnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi membutuhkan partisipasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta media memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo terus membuka ruang partisipasi publik melalui berbagai program komunikasi publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi kreatif.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kampanye sosial Gerakan Jaga Kota Probolinggo yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan kota.
Gerakan tersebut juga selaras dengan semangat “Probolinggo Bersolek”, yakni program yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak dalam menciptakan kota yang tertata rapi, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga.
Selain itu, kegiatan Ngabuburit Heppi juga menjadi wadah bagi generasi muda dan komunitas kreatif untuk menampilkan berbagai karya serta aktivitas positif.
Di antaranya penampilan musik lokal, keterlibatan pelaku UMKM, hingga berbagai komunitas kreatif yang menampilkan talenta anak-anak muda Kota Probolinggo.
“Harapannya kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha dalam membangun Kota Probolinggo yang lebih maju,” tambahnya.
Dr. Lucia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo telah menyediakan lima kanal resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun pengaduan, di antaranya,
1. SPAN-LAPOR (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional).
2. Tatap muka langsung dengan pemerintah.
3. Website dan media sosial resmi pemerintah.
4. Aplikasi Laborate.
5. Call Center 112 yang aktif 24 jam
Ia mengungkapkan hingga akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 1.692 laporan dan aspirasi masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal tersebut.
“Syukur Alhamdulillah, Kota Probolinggo juga berhasil meraih peringkat 9 terbaik dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dalam pelayanan pengaduan dan aspirasi masyarakat. Harapannya ke depan yang meningkat adalah aspirasi masyarakat, bukan sekadar pengaduan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PT Djarum yang menjadi sponsor utama kegiatan tersebut.
Sementara itu, Walikota Probolinggo dr. Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Ngabuburit Heppi 2026.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam pembangunan kota melalui konsep pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Sejak awal kami berkomitmen melaksanakan pembangunan dengan melibatkan semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi hingga media,” ujar Walikota.
Ia juga menjelaskan bahwa program Jaga Kota bukan sekadar wadah pengaduan masyarakat, melainkan ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi kreatif yang dapat mendukung kemajuan Kota Probolinggo.
Melalui program tersebut, pemerintah akan memberikan reward atau penghargaan kepada masyarakat yang aktif memberikan ide dan inovasi untuk pembangunan kota.
“Kita ingin menjaring aspirasi kreatif masyarakat. Bukan sekadar pengaduan, tetapi ide-ide kreatif yang bisa membuat Kota Probolinggo semakin maju,” jelasnya.
Walikota juga menyoroti berbagai capaian yang telah diraih Kota Probolinggo, salah satunya sebagai kota inovatif tingkat nasional.
Menurutnya, pada tahun 2025 tercatat sekitar 1.500 inovasi yang dihasilkan oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
“Kota Probolinggo termasuk salah satu kota inovatif di Indonesia. Hampir 1.500 inovasi dihasilkan oleh OPD, dan ini menjadi kebanggaan kita semua,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Kota Probolinggo baru saja meraih penghargaan di bidang kebersihan lingkungan dan tengah mengikuti penilaian lanjutan untuk meraih Adipura Kencana.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga mengapresiasi berbagai komunitas kreatif yang hadir dalam kegiatan Ngabuburit Heppi, mulai dari komunitas Tamiya, skateboard, BMX, grafiti, hingga pelaku kuliner.
Menurutnya, kreativitas anak muda memiliki peran besar dalam menciptakan identitas baru bagi Kota Probolinggo.
“Kita ingin muncul berbagai kreativitas baru, baik kuliner, seni, maupun inovasi lainnya yang menjadi ciri khas Kota Probolinggo dan mampu menarik perhatian masyarakat luas,” katanya.
Ia berharap berbagai kegiatan kreatif yang digagas masyarakat dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat identitas kota.
Selain itu, Walikota juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan dengan tetap menjalin koordinasi bersama TNI dan Polri.
Pada akhir kegiatan, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan seperangkat alat salat dari Baznas Kota Probolinggo kepada para awak media.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Probolinggo sebagai bentuk apresiasi kepada insan media yang selama ini turut berperan dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Kegiatan Ngabuburit Heppi 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta media dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin maju, kreatif, dan sejahtera.(Nir)
