Ziarah Kebangsaan di Kabupaten Blitar, Megawati Instruksikan Kader PDIP Perkuat Ketahanan Pangan
Blitar, megapos.co.id – Kedatangan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri ke Blitar disebut berkaitan dengan agenda ziarah kebangsaan.
Kegiatan nyekar tersebut menjadi bagian dari tradisi keluarga sekaligus mendoakan perdamaian dan persatuan bangsa Indonesia.
Ketua DPRD Kota Blitar, Supriyadi menyampaikan bahwa selain agenda ziarah, tidak ada kegiatan khusus lain yang diketahui secara rinci.
Namun momentum tersebut, juga diiringi penyampaian sejumlah arahan penting dari Ketua Umum kepada seluruh kader di daerah.
“Salah satu instruksi yang disampaikan adalah agar kader partai tidak mengambil keuntungan atau terlibat dalam program MBG,” terangnya, Senin (30/3/2026 ) di ruang kerjanya usai rapat paripurna.
Selain itu, menurut Supriyadi, Ibu Megawati juga menekankan pentingnya kesiap siagaan menghadapi situasi global, terutama terkait ketahanan pangan.
“Kader PDIP diinstruksikan untuk mulai menanam tanaman pendamping selain padi, seperti ubi dan komoditas pangan lain,” tuturnya.
Menurutnya, langkah ini bertujuan sebagai cadangan pangan apabila terjadi kondisi darurat atau gangguan pada produksi beras.
“Arahan tersebut telah diteruskan kepada seluruh struktur partai, terutama anggota fraksi dan pimpinan partai di daerah,” katanya.
Dikatakannya, instruksi menanam tanaman pendamping padi diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di wilayah masing-masing.
“Di Kabupaten Blitar, program ketahanan pangan dinilai berjalan seiring dengan upaya pemerintah,” imbuhnya.
Selain menanam tanaman alternatif, lanjutnya, program pembaruan benih padi dan jagung juga terus dilakukan setiap tahun.
“Varian benih baru dengan kualitas lebih baik diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi dan efisiensi pertanian di masyarakat,” tandasnya.
Pimpinan daerah menilai instruksi tersebut sebagai langkah positif yang dapat membantu masyarakat menghadapi potensi krisis pangan di masa depan, sekaligus memperkuat kemandirian pangan di tingkat lokal. ( Ayu )
