BlitarDaerahHead Line NewsOlahragaPolitik & Pemerintahan

Ketua KONI Terpilih Samanhudi Anwar Tegaskan Independensi dan Dorong Putra Daerah Pimpin Olahraga Kota Blitar

Blitar, megapos.co.id – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terpilih Kota Blitar, Samanhudi Anwar menegaskan dirinya tidak memiliki ambisi pribadi untuk menduduki jabatan tersebut.

Ia mengaku maju karena dorongan kuat dari cabang-cabang olahraga (cabor) yang menginginkan kepemimpinan KONI dipegang putra daerah.

Menurutnya, aspirasi tersebut muncul sebagai bentuk keinginan agar organisasi olahraga dapat dikelola secara mandiri tanpa intervensi berlebihan dari pemerintah daerah.

Ia menyayangkan adanya kesan campur tangan dalam proses pemilihan yang seharusnya menjadi ranah internal insan olahraga.

“Sejujurnya saya tidak ingin menjadi Ketua KONI. Namun karena desakan teman-teman cabor yang menginginkan putra daerah memimpin, saya akhirnya maju. Jangan sampai kita merasa tidak memiliki SDM berkualitas hingga harus mengadopsi dari luar daerah,” ujarnya.

Ia bahkan menyatakan siap mundur apabila terdapat calon dari luar daerah yang dinilai lebih tepat untuk memimpin.

Baginya, yang terpenting adalah menjaga marwah organisasi serta memastikan proses berjalan demokratis dan sesuai aturan.

Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa pemilihan Ketua KONI tidak boleh diwarnai kepentingan politik praktis.

Ia menilai dinamika yang terjadi belakangan menyerupai suasana pemilihan kepala daerah, sesuatu yang seharusnya tidak terjadi dalam organisasi olahraga.

“Ranah KONI harus bersih dari politik. Pemerintah cukup membina dan memberikan dukungan anggaran. Biarkan insan olahraga menentukan sendiri pemimpinnya,” tegasnya.

Ia juga memastikan proses pencalonannya tidak melanggar AD/ART maupun regulasi Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sebagai pelaku yang memahami aspek hukum, ia menilai semua tahapan telah sesuai ketentuan.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi tiga pilar dalam memajukan olahraga daerah, yakni masyarakat atau pelaku olahraga, legislatif, serta pemerintah daerah. Ketiganya dinilai harus berjalan seiring tanpa saling mengancam atau menekan, khususnya dalam hal dukungan pendanaan.

“Tidak boleh ada ancaman soal dana jika hasil pemilihan tidak sesuai keinginan pihak tertentu. Penganggaran tidak bisa ditentukan sepihak, karena melibatkan DPRD dan pemerintah provinsi,” jelasnya.

Ke depan, ia menilai potensi olahraga Kota Blitar sangat besar, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.

Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk media, untuk bersama-sama mendukung pembinaan atlet dan pengembangan prestasi.

“Semua harus bersinergi. KONI, pemerintah, legislatif, masyarakat, dan media harus bekerja sama demi kemajuan olahraga Kota Blitar,” pungkasnya. ( Ayu )