DaerahHead Line NewsHukum & KriminalNganjuk

Program Kebaikan Bergulir, Polres Nganjuk Bantu Pengobatan Bayi Penderita Jantung Bocor dan Orang Lumpuh

Nganjuk, megapos.co.id – Rumah kediaman Muryati (65 tahun) di RT 03 RW 01 Desa Tanjungrejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk mendadak ramai pada Selasa (10/5/2021) sore.

Hal ini tak lepas dari kedatangan Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang beserta Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk AKBP drg Dwi Miyarsi dan petugas kesehatan dari Dokkes Polres Nganjuk.

Kehadiran AKBP Boy Jeckson dan rombongan tak lain untuk melihat kondisi kesehatan Agus Pujianto (45) yang sudah lama hanya bisa terbaring di tempat tidurnya akibat mengalami lumpuh.

Muryati menyebut anaknya itu mengalami lumpuh sejak kelas 6 SD, namun keluarga tak bisa berbuat banyak karena kesulitan ekonomi.

Tak berselang lama, kondisi serupa terlihat juga di rumah Darmaji di Dusun Betek Desa Sumberwindu RT 10 RW 05 Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk.

Di sini, AKBP Boy Jeckson menjenguk anak keluarga tersebut, yakni Dzaki Maulana Ishaq (12 bulan) yang mengalami kelainan jantung bocor.

AKBP Boy Jeckson menyebut kehadirannya di dua tempat tersebut merupakan bagian dari program Kebaikan Bergulir Polres Nganjuk yang bertujuan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini digelar berkolaborasi dengan RS Bhayangkara Nganjuk.

“Tapi, kami tidak sekadar memberikan santunan dan kemudian selesai begitu saja. Program yang kami canangkan ini adalah kebaikan yang berkelanjutan, dalam artian kami juga memberikan pengobatan gratis kepada Mas Agus dan adik Dzaki hingga kondisinya membaik. Mas Agus langsung kami bawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk ditangani lebih baik, sementara kepada adik Dzaki masih akan kami lakukan pemeriksaan demi bisa mengetahui kondisinya,” tutur AKBP Boy Jeckson.

“Kami juga mendengar beberapa kesulitan yang dialami keluarga hingga tak bisa memberikan penanganan medis yang memadai, seperti misalnya ketiadaan BPJS dan sebagainya,” kata Kapolres.

Selain dengan RS Bhayangkara Nganjuk, menurut AKBP Boy Jeckson, juga menggandeng stakeholder lain agar masalah-masalah administratif seperti itu bisa diatasi dan masyarakat miskin bisa mendapatkan penanganan medis saat membutuhkannya.

Eks Kasat Narkoba Polrestabes Medan ini menyebut ada empat kelompok masyarakat menjadi prioritas untuk diberikan bantuan dalam program Kebaikan Bergulir Polres Nganjuk.

Sasaran prioritas itu tak lain masyarakat miskin yang tengah mengalami sakit kronis, penyandang disabilitas, ODGJ, hingga korban kekerasan seksual.

“Kami sudah menyiapkan beberapa program untuk memberdayakan mereka yang terpinggirkan. Misalnya saja, dalam waktu dekat kami akan menggelar pelatihan UMKM kepada perempuan penyandang disabilitas agar mereka ke depannya bisa semakin berdaya,” tuturnya.

“Negara mesti hadir membantu warga yang kesulitan dan Polres Nganjuk dalam hal ini menjadi perpanjangan tangan kehadiran Negara tersebut. Tentu saja kami sendirian tak bisa menjangkau orang sebanyak bila kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan para stakeholder Kabupaten Nganjuk dan pihak-pihak lain yang juga punya kepedulian serupa,” ujar AKBP Boy Jeckson.

Jumiati