Pembangunan Proyek Perpustakaan SDN Dawung 3 Diduga Tidak Sesuai RAB *Pakai Kawur dan Irit Semen

Ngawi, Mega Pos – Mungkin cuma satu lembaga sekolah di Ngawi yang dalam pelaksanaan material adukan
menggunakan bahan kawur. Ini terjadi di SDN Dawung 3, yang juga penerima dana APBN yang diperuntukkan
pembangunan perpustakaan sekolah dengan nilai pagu kisaran Rp 167 juta.
Diketahui, SDN Dawung 3 masuk wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Jogorogo, Dinas Pendidikan Kabupaten
Ngawi. Ketika dikonfirmasi kepala sekolah mengakui memang benar menggunakan bahan adukan kawur,
sedang di RAB tertera PC atau pasir dan semen dengan komposisi tertentu.
“Iya memakai kawur, kata tukang lebih pulen kita manut saja, dan semua sudah mengetahui pendamping teknis,"
ujar kepala sekolah.
Selain hal tersebut, di lokasi proyek saat investigasi tepatnya tanggal 25 September 2018 tidak diketemukan
papan proyek, RAB maupun gambar sebagaimana sekolah lain penerima, sehingga masyarakat kesulitan
mengetahui sumber dana, besar anggaran, jangka waktu, dan sistem pengerjaanya, alias bisa diduga proyek
bodong.
Anehnya pihak dinas pendidikan melalui kepala bidang pendidikan dasar ketika dikonfirmasi lewat aplikasi
whatsapp mengatakan bahwa itu tidak apa-apa. “Nggak apa-apa karena musim kering, agar ikatan elastis itu
wajib pakai kawur atau demploan batu bata, pakai kawur itu untuk ikatan elastis, “ jawab Hadi Pranowo.
Di tempat terpisah dan waktu yag berbeda ketika hal itu disampaikan pada konsultan senior yang ada di Ngawi
sebut saja namanya Hariyadi. Sang konsultan itu keheranan kok masih ada proyek yang memakai bahan adukan
kawur. “Wah kalau itu ya gak pas, itu sama saja melakukan penghematan semen, iya memang adukan pulen,
namun hasilnya tidak akan bagus besok, lagian di RAB kan tidak ada yang namanya kawur,“ bebernya. (bd)