Wabup Ony Silaturahmi dan Rembuk Tani Bersama Forum Gapoktan

Ngawi, megapos.co.id – Banyak anggapan bahwa petani masih dianaktirikan oleh pemerintah dibanding dengan pegawai negeri, karena sangat jarang pejabat yang mau merapat dekat dengan pejuang pangan ini.

Namun anggapan itu terbantahkan setelah Wakil Bupati (Wabup) Ngawi Ony Anwar, ST, MH, dengan turun langsung mengadakan acara silahturahmi dan rembuk tani secara bergantian di seluruh wilyah kecamatan se-Kabupaten Ngawi.

Seperti pada Kamis (22/11/2018) kemarin, Wabup Ony beserta jajaran Pemkab Ngawi mengadakan rembuk tani dengan petani yang diwakili oleh forum gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Kecamatan Kasreman.

Silahturahmi yang bertempat di salah satu ikon wisata Kabupaten Ngawi, yaitu sumber air pemandian di Desa Tawun Kecamatan Kasreman itu juga dihadiri oleh Muspika Kasreman, UPTD Pertanian Kecamatan Kasreman, kepala desa beserta perangkat, dan puluhan petani.

Rangkaian acara berjalan dengan gayeng apalagi pada seksi tanya-jawab, terlihat para petani serius mengikuti dengan berbagai usulan terkait masalah-masalah pertanian, mulai pengolahan tanah, pupuk, kesulitan air, irigasi, hama tikus, dan sebagainya. Terlihat Wabup sangat lihai memaparkan materi dan memberikan solusi permasalahan yang sekarang lagi dihadapi petani.

Di sela-sela silahturahmi ini Wabup Ngawi atau biasa disapa Mas Ony ketika diwawancarai memaparkan bahwa tujuan diadakan acara itu  untuk bersama merangkul petani guna memberikan solusi kendala yang sedang dihadapi. “Dari hasil rembuk tani ini kita akan bawa ke pemerintah kabupaten untuk menelurkan program yang pas dan tepat saat ini, seperti solusi penanganan harga gabah paska panen, perbaikan irigasi, pengadaan sumur dalam, pemberian pupuk, perbaikan jalan produksi, dan lain-lain,“  kata pentolan Gerakan Cah Angon Ilir-ilir ini  pada megapos.co.id.

Wabup Ony saat memberikan pemaparan pada acara rembug tani

Mas Ony juga menjelaskan bahwa acara itu disuport oleh Cah Angon Ilir-ilir yang anggotanya terdiri dari pengusaha-pengusaha peduli petani, seperti, pengusaha pupuk, pengusaha bibit, pengusaha air minum dan lain sebagainya.

“Para pengusaha ini berkomitmen untuk memberikan bantuan guna pengadaan petani  ramah lingkungan untuk mendapatkan kesehjahteraan yang melimpah, seperti cah angon tuntunan Kanjeng Sunan Kalijogo penyebar agama Islam di Pulau Jawa,” bebernya.

Pada kesempatan itu juga diberikan bantuan berupa 5 buah sumur sibel, dengan syarat petani penerima harus mau menanam dan merawat bibit pohon Trembesi sejumlah 200 pohon yang bibitnya sudah disediakan, dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan alam.

Pada akhir acara juga dilakukan kampanye stop pemasangan jebakan tikus di sawah dengan aliran listrik bersama Polsek Padas untuk menghindari jatuhnya korban manusia. (adv/kominfo/bd)