Staf Cabdindik Jatim Usir Pemohon Legalisir ?

Tulungagung, megapos.co.id – Beberapa kepala desa (Kades) yang hendak mengurus legalisir ijazah SLTA di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tulungagung, yang beralamat di Jalan Panglima Sudirman gang VII No 9 Tulungagung. Ini setelah mereka merasa diusir oleh salah satu oknum pegawai di instansi pendidikan ini, Senin (20/05/2019).

Beberapa kepala desa ini mengurus legalisir ijazah untuk persyaratan pendaftaran sebagai calon kepala desa pada pilkades serentak mendatang. Mereka datang sekitar pukul 09.30 WIB dan hanya ditemui oleh 2 anak salah satu sekolah yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL).

“Setelah lama menunggu, oleh anak sekolah tadi kami diberitahu jika Pak Solikin kepala cabang dinas pendidikan sedang keluar,” ujar Toha, calon Kepala Desa Suwaru yang sekarang masih menjabat atau incumben.

Tak lama kemudian, Toha masuk ruang staf. Raut muka kecewa sekaligus marah keluar dari wajah Toha ketika dia ditemui oleh Subagio Kabid Pembinaan SMA/SMK. “Kepala cabang tidak ada di tempat dan kami tidak bisa memastikan tanggal berapa pulang. Kenapa tidak kemarn mengurusnya,” kata Subagio seperti ditirukan Toha.

Atas ucapan Subagio tadi, Toha beserta calon kepala desa lainnya merasa terusir dar kantor cabang dinas pendidikan. Beberapa awak media yg pada saat itu berada di sana juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari salah satu staf yang mengusir keluar dari kantor tersebut dengan nada tinggi.

“Apakah ini bentuk pelayanan yg selama ini terjadi di Kantor Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Tulungagung ?. Terpaksa saya bersama teman-teman memakai ijazah SMP, dan kami merasa dihambat,” ucap Toha dengan mimik kecewa.

Sayangnya, sampai saat ini Solikin Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tulungagung belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan pengusiran dan penghambatan legalisir ijazah SLTA yang dialami oleh para calon kepala desa.

 

Reporter : Miswanto

Editor      : M. Hartono