Kuota Pupuk untuk Lamongan Dipekirakan Cukup

Lamongan, megapos.co.id – Terkait beredarnya kabar penambahan jatah pupuk bersubsidi untuk wilayah Provinsi Jawa Timur, sedikitnya bisa membuat lega petani di Lamongan.

Apalagi daerah Lamongan adalah sebagai tolok ukur penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Bahkan panen raya di Lamongan hampir setiap bulan ada di berbagai kecamatan. Di wilayah tertentu, ada yang bisa panen tiga kali dalam setahun.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan Rujito mengatakan, petani Lamongan tidak perlu cemas terkait masalah pupuk.

Untuk musim tanam tahun ini, lanjut Rujito, wilayah Jawa Timur mendapatkan tambahan pupuk bersubsidi dari pusat. “Jadi saya imbau petani tidak perlu cemas untuk kekurangan pupuk,” ujarnya saat ditemui megapos.co.id Jumat (9/10/2020) di ruangannya.

Menurutnya, petani harus punya prinsip. Dicontohkan sekarang di daerah Laren juga masih ada yang baru tanam padi, dan baru berumur 15 hari. “Meski sekarang sulit untuk mengeluarkan pupuk, tapi bagaimana caranya tetap kita usahakan untuk mendapatkan pupuk. Itu semua demi kepentingan para petani,” ungkap Rujito.

Sementara itu, Hartiwi S Utami Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura mengatakan, penambahan pupuk untuk daerah Lamongan memang sangat penting, mengaingat luas wilayah lahan pertanian Lamongan mencapai 87.990 hektare.

Dengan target Gabah Kering Giling (GKG) tahun 2020 ini mencapai 1.102.475 ton, produktivitas mencapai 7138 kuintal perhektare. Maka sangat mungkin jika Kabupaten Lamongan itu mendapatkan tambahan pupuk bersubsidi.

Dijelaskan, tahun ini alokasi pupuk di Lamongan untuk jenis Urea 61.356 ton, SP 36 10.395 ton, ZA 16.738 ton, NPK 41.394 ton, dan pupuk organik 23.130 ton. Sedangkan penebusannya untuk saat ini belum bias memakai Kartu Tani.

“Walaupun belum bias pakai Kartu Tani untuk menebus pupuk, namun jangan usah cemas bagi petani yang belum punya kartu tani. Karena memang belum diberlakukan,” tukasnya.

Reporter : Supri

Editor : M Hartono