DaerahHead Line NewsPolitik & Pemerintahan

Ketua DPRD Nganjuk Apresiasi Pagelaran Wayang Kulit di TMII

Jakarta, megapos.co.id – Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengapresiasi upaya Pemkab Nganjuk dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya daerah.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk memperkenalkan budaya darah melalui gelaran ‘Harmoni Budaya Kabupaten Nganjuk’ di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Agenda itu menghadirkan kolaborasi teater kontemporer dan wayang kulit dengan lakon Sang Seno yang dibawakan Dalang Ki R. Akbar Syahalam.

Pergelaran dibuka secara simbolis dengan penyerahan gunungan dan lakon wayang oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro.

Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono menghadiri acara tersebut. Dia mengapresiasi langkah pemkab, di mana budaya dan seni tradisi terus diberi ruang untuk berkembang, seiring kemajuan zaman.

Menurutnya, perpaduan antara teater kontemporer dan wayang kulit merupakan inovasi yang mampu menghadirkan pertunjukan budaya yang menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur di dalamnya.

“Budaya merupakan jati diri bangsa. Melalui pertunjukan seperti ini, kekayaan seni Kabupaten Nganjuk bisa dikenalkan ke masyarakat lebih luas,” ujar Tatit, Rabu (22/7/2026).

Katanya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Nganjuk dan jajaran dalam melestarikan budaya. Di mana warisan budaya khas daerah, seperti Wayang Timplong, dikenalkan kepada masyarakat secara nasional.

“Event semacam ini juga bisa menjadi sarana mengajak generasi muda dalam mencintai dan melestarikan warisan leluhur,” tandas Tatit.

Pergelaran itu sendiri berlangsung meriah dengan memadukan unsur dramatik teater, tata artistik modern, musik pengiring, serta pakeliran wayang kulit yang sarat pesan moral.

Lakon Sang Seno mengangkat nilai-nilai kepemimpinan, keteguhan hati, keberanian, serta pengabdian kepada masyarakat yang tetap relevan dengan kehidupan saat ini.

Pagelaran seni tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk bersama Sanggar Seni Asta Brata. (Endy)