DKPP Kota Blitar Bekali 30 Peserta KWT dengan Pelatihan E-Commerce Marketing Produk Pertanian
Kota Blitar, megapos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menggelar Pelatihan E-Commerce Marketing Produk Hasil Pertanian bagi pelaku usaha dari Kelompok Wanita Tani (KWT).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, tanggal 6-7 Oktober 2026 tersebut digelar di Aula DKPP Kota Blitar dengan dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau( (DBHCHT).
Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan anggota KWT dari tiga kecamatan di Kota Blitar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DKPP dalam mendorong pelaku usaha hasil pertanian agar mampu mengikuti perkembangan teknologi digital, khususnya dalam promosi dan pemasaran produk.
Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Penyuluhan DKPP Kota Blitar, Dian Lukitasari, mengatakan pelatihan tersebut digelar sebagai respons terhadap kebutuhan pelaku usaha, terutama dalam pemasaran digital.
Para peserta juga mendapat pendampingan praktik dari narasumber yang bergerak di bidang digital marketing.
“Ini merupakan salah satu respons kita terhadap kebutuhan di lapangan, terutama bagi para pelaku usaha bidang pertanian dan produk olahan hasil pertanian dalam menyikapi perkembangan teknologi digital untuk promosi dan pemasaran,” kata Dian.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan berbagai platform digital untuk memperluas pasar.
Dengan memberikan gambaran peluang pemasaran melalui media sosial maupun berbagai platform e-commerce yang dapat disesuaikan dengan karakteristik produk masing-masing.
DKPP juga memberikan paket peralatan praktik kepada setiap peserta berupa lighting dan tripod.
Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung praktik pembuatan konten promosi produk, mulai dari pengambilan gambar hingga pembuatan materi pemasaran yang menarik untuk ditampilkan melalui media digital.
Selain keterampilan pemasaran digital, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha.
Dokumen dan perizinan menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan pelaku usaha sebelum produknya dipasarkan melalui berbagai marketplace.
Dian mengungkapkan Produk yang dikembangkan peserta cukup beragam, mulai dari kue kering, bakso sayur, keripik berbahan sayuran, hingga aneka sambal seperti sambal cumi dan sambal roa.
Adapun juga olahan dari KWT yang dinilai berpotensi di Kota Blitar adalah dimsum berbahan sayuran sawi.
Ketua KWT Azalia, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, Ika Pristiana, yang menjadi salah satu peserta mengaku mendapatkan manfaat dari pelatihan tersebut, terutama dalam memahami penggunaan peralatan dan teknik promosi melalui media online.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi kelanjutan dari pembinaan pengolahan pangan yang sebelumnya telah diberikan DKPP.
“Terima kasih kepada DKPP Kota Blitar yang sudah memberikan pelatihan secara berkelanjutan, termasuk tunjangan alat-alat dan pelatihan lainnya, sehingga kami bisa melakukan promosi agar usaha lebih berkembang dan mengikuti tren penjualan secara online,” kata Ika.
DKPP Kota Blitar berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi benar-benar diterapkan oleh para peserta dalam mengembangkan usaha.
DKPP selanjutnya akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan peserta, setelah mengikuti pelatihan E-commerce marketing produk pertanian.(Adv/Ayu )
