HSN 2026, PWI dan Dinas Pendidikan Nganjuk Gelar Games Santri Back to Culture
Nganjuk, megapos.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk menggelar Lomba Dakon dan Bakiak Bersarung tingkat SMP/ MTs se-Kabupaten Nganjuk, Sabtu (24/10/2026) di SMP Negeri 2 Nganjuk.
Lomba yang mengusung tema ‘Games Santri Back to Culture 2026’ ini, merupakan momentum peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto didampingi Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Nganjuk yang juga Kepala SMP Negeri 2 Nganjuk, Ani Sutiani.

Lomba diikuti ratusan peserta terdiri dari 49 peserta lomba Dakon dan 27 tim lomba Bakiak Bersarung, masing-masing tim terdapat tiga anak.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto mengapresiasi PWI Kabupaten Nganjuk yang sukses menggelar acara lomba Dakon dan Bakiak Bersarung ini.
“Apresiasi juga kita berikan kepada seluruh peserta lomba dari satuan pendidikan tingkat SMP/ MTs se-Kabupaten Nganjuk yang tampak antusias mengikuti lomba,” terang Puguh.
Menurutnya, mengenalkan lomba tradisional kepada generasi muda sangat penting karena untuk melatih keterampilan motorik, berkompetisi secara sportivitas dan melatih kedisiplinan.

“Mengenal game atau permainan tradisional jauh lebih asyik dari mainan sekarang,” katanya.
Diakui Puguh, di era digital memberikan pengaruh yang sangat besar baik positif maupun negatik bagi generasi muda
“Dengan permainan sederhana, mereka bisa belajar tentang banyak hal sekaligus membangun kekompakan sesama teman,” urainya.
Di kesempatan yang sama, Ketua MKKS SMPN Kabupaten Nganjuk Ani Sutiani menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri di luar pembelajaran formal.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pengalaman yang membangun kebersamaan dan kepercayaan diri. Lomba tradisional seperti ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar sambil bergembira, sekaligus mengenal kembali permainan yang mungkin mulai jarang dimainkan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PWI Nganjuk Bagus Jati Kusumo mengatakan, Games Santri Back to Culture 2026 dirancang untuk mendekatkan generasi muda dengan warisan budaya melalui kegiatan yang menyenangkan dan kompetitif.
“Kami ingin peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi seremoni. Melalui permainan tradisional, kami mengajak pelajar untuk kembali mengenal budaya sendiri, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai sportivitas. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda positif yang terus berlanjut setiap tahun,” ungkapnya.
Untuk diketahui, dalam lomba bakiak bersarung, SMPN 1 Sawahan berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati SMPN 1 Baron, sedangkan juara ketiga diraih SMPN 7 Nganjuk.
Sedangkan lomba dakon, Lala Indrawati R dari SMPN 1 Gondang keluar sebagai juara pertama. Nuril Azizah dari SMPN 3 Kertosono meraih juara kedua, disusul Cantika Ratri D dari SMPN 2 Nganjuk sebagai juara ketiga.
Rangkaian Games Santri Back to Culture 2026 berlanjut pada hari kedua, Minggu besok (25/10/2026), dengan lomba Fashion Show Santri tingkat pelajar putri SMP/MTs se-Kabupaten Nganjuk. Lomba akab digelar di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, Pemkab Nganjuk.
Pada kesempatan itu, panitia juga akan menyerahkan Piala Bupati Nganjuk, piagam penghargaan, dan uang pembinaan kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan partisipasi mereka. (JT)
