DaerahHead Line NewsNganjukPolitik & Pemerintahan

DBHCHT 2026, Dinkes Nganjuk Perluas Layanan JKN dan Rehabilitasi Tiga Pustu  

Nganjuk, megapos.co.id – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Kesehatan kembali mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk tahun anggaran 2026.

Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menerima alokasi DBHCHT tahun 2026 sebesar Rp 8,65 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan rehablitasi tiga Puskesmas Pembantu (Pustu).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan, I Ketut Wijayadi mengatakan bahwa pemanfaatan dana cukai ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam menopang perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC).

Kabid Sumber Daya Kesehatan, I Ketut Wijayadi dan Tim Kerja Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Yunianto

“Kebijakan anggaran tersebut berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22 Tahun 2026 yang mengatur alokasi DBHCHT untuk sektor kesehatan, kesejahteraan masyarakat, hingga penegakan hukum,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2026).

Di bidang kesehatan, katanya, dana ini tidak hanya difungsikan untuk iuran jaminan kesehatan, melainkan juga perbaikan fasilitas kesehatan di tiga Pustu, yaitu Pustu Werungotok Kecamatan Nganjuk, Pustu Katerban Kecamatan Baron dan Pustu Dadapan Kecamatan Ngronggot.

Ia berharap dengan adanya dana DBHCHT ini, bisa menjamin pelayanan kesehatan dasar masyarakat Kabupaten Nganjuk tetap terpenuhi secara maksimal.

“Selain itu, dengan perbaikan sarana prasarana kesehatan ini, kualitas dan layanan kesehatan jadi semakin baik,” tandasnya.

Sementara itu, Tim Kerja Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Yunianto menambahkan, dari total anggaran Rp 8,65 miliar, sebesar Rp 8 miliar dialokasikan untuk program JKN dan Rp 650 juta untuk rehabilitasi dan pemeliharaan tiga pustu.

“Untuk saat ini, progress pembangunan rehabilitasi Pustu Werungotok dan Katerban mencapai 85 persen, sedangkan Pustu Dadapan mencapai 70 persen. Rehabilitasi ketiga pustu tersebut kita targetkan akhir November 2026 ini rampung,” tegas Yunianto. (Adv/Kom)