DaerahHead Line NewsNganjukPolitik & Pemerintahan

Meriah! Dinas Pendidikan Nganjuk Ikuti Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo

Nganjuk, megapos.co.id – Dalam rangka memperingati sejarah kepindahan pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk, agenda besar Boyong Hambangun Projo dari eks-Pendopo Berbek menuju Pendopo Sosro Koesoemo digelar pada Sabtu (6/6/2026).

Berbeda dari tahun sebelumnya yang bertumpu pada konsep Noto Projo (menata), perayaan kali ini bertajuk ‘Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo 06 Juni 1880-2026’.

Fokus pemerintah daerah kini bergeser pada percepatan pembangunan daerah yang berjalan selaras dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan tantangan zaman.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto dan istri saat mengikuti acara Boyong

Dalam momen tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk turut mendukung dan berpartisipasi dengan menerjunkan 84 kru untuk memeriahkan kirab budaya Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo.

Dalam kirab budaya yang mengambil start dari Berbek ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto dan istri menaiki dokar (kereta kuda tradisional) disusul jajaran pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Nganjuk.

Pengurus MKKS SMP Negeri Kabupaten Nganjuk turut memeriahkan acara boyong

Selanjutnya, rombongan dokar diikuti oleh 55 becak motor dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD.

Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk juga mengerahkan para siswa dan bapak ibu guru mulai dari tingkat PAUD, SD sampai SMP terutama sekolah yang dilalui rute boyong untuk turut menyambut dan memeriahkan acara tersebut.

Setelah sampai di Taman Nyawiji, rombongan dokar dan becak motor bergabung dengan pasukan barisan dari Dinas Pendidikan Kabupaten yang sudah bersiap untuk selanjutnyaa berjalan kaki menuju pendopo Sosro Koesoemo.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh  Harnoto mengatakan, prosesi boyong bukan sekedar acara seremonial akan tetapi sarana edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda.

“Saya berharap tradisi boyong ini terus digelorakan agar generasi muda bisa mengenal dan memahami sejarah Nganjuk,” harapnya.

Keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk

Menurut Puguh, rangkaian acara boyong yang melibatkan elemen masyarakat ini merupakan bentuk kedekatan pemerintah daerah dengan masyarakat Kabupaten Nganjuk.

“Tradisi boyong tidak hanya milik pemerintah daerah akan tetapi milik seluruh warga Kabupaten Nganjuk,” tegasnya.

Selain tradisi boyong, kata Puguh, rangkaian acara yang tak kalah penting yaitu sedekah bumi untuk mensyukuri hasil bumi.

“Mari kita bersama-sama melestarikan tradisi, mensyukuri hasil bumi dan mempererat kebersamaan,” tutup Puguh. (JT/nr)