DaerahHead Line NewsHukum & KriminalNganjuk

Tinjau Bendungan Semantok, Kapolres Nganjuk Ingatkan agar Pembangunan Selesai Tepat Waktu

Nganjuk, megapos.co.id – Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang mengingatkan agar proses pembangunan Bendungan Semantok bisa selesai tepat waktu sebagaimana target yang ditentukan.

Hal itu disampaikan AKBP Boy Jeckson saat melakukan kunjungan kerja di Bendungan Semantok, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Selasa (1/12/2021).

“Kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana proses pembangunan Bendungan Semantok sudah berjalan,” ungkap AKBP Boy Jeckson.

Menurutnya, bendungan ini diproyeksikan memberi manfaat besar karena akan bisa mengatasi masalah kekurangan air serta menyediakan pengairan bagi sawah masyarakat.

“Oleh karena itu, tentu kita berharap pembangunan bendungan ini bisa berjalan lancar,” tandas AKBP Boy Jeckson.

“Selain proses pembangunan, kehadiran hari ini juga sekaligus memastikan kesiapan pihak bendungan terkait rencana pengisian air (inbounding) pertama pada April 2022 dan target peresmiannya oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus mendatang,” imbuhnya.

Dalam kunjungan tersebut, AKBP Boy Jeckson dan jajaran PJU Polres Nganjuk langsung melakukan pengecekan di lapangan selepas melihat denah pembangunan bendungan.

Kunjungan ini juga didampingi oleh pihak dari PPK Bendungan II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Terkait pembayaran ganti rugi lahan kepada warga yang terdampak pembangunan Bendungan Semantok, AKBP Boy Jeckson menyebut bahwa proses sudah berjalan dan tinggal menunggu proses relokasi warga.

“Saya diinformasikan bahwa proses ganti rugi lahan sudah berjalan sejak dua tahun lalu dan sekarang tinggal menanti proses relokasi warga masyarakat yang terdampak ke wilayah lain. Kita berharap semua proses ini bisa berjalan dengan baik dan memuaskan semua pihak,” katanya.

Diketahui, Bendungan Semantok merupakan proyek strategis nasional yang dibangun di Kabupaten Nganjuk. Bendungan Semantok ini diproyeksikan sebagai bendungan terpanjang di Asia Tenggara karena mencapai lebih dari 3 kilometer.

Jumiati