DaerahHead Line NewsMadiunPolitik & Pemerintahan

Bupati Madiun Buka MPLS Sekolah Rakyat

Madiun, megapos.co.id – Bupati Madiun, Hari Wuryanto resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi I tahun pelajaran 2026/2027 bagi peserta didik Kabupaten Madiun, Jumat (31/7/2026). 

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya perjalanan pendidikan bagi ratusan siswa yang akan menempuh pendidikan gratis melalui program prioritas Presiden Republik Indonesia.

Program Sekolah Rakyat bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan dapat diakses oleh seluruh anak bangsa.

Program ini menjadi langkah nyata Pemkab Madiun dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun berlokasi di lingkungan kompleks milik Pemerintah Kabupaten Madiun dengan fasilitas asrama dan sarana belajar terpadu.

Untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, memberikan akses pendidikan berkualitas gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, serta menyiapkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas.

Dalam kesempatannya, Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengatakan, bahwa program Sekolah Rakyat ini kesempatan yang luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Madiun. 

“Alhamdulillah, anak-anak kami yang berada pada Desil 1 dan 2 tahun ini sebanyak 260 anak bisa tertampung di Sekolah Rakyat,” ujar Bupati Hari Wuryanto di Madiun.

Ia mengatakan dimulainya MPLS tersebut menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun. 

Program itu merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.

Dengan MPLS, 260 peserta didik yang sebelumnya berstatus calon siswa, resmi ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Mereka akan mengikuti pendidikan secara penuh dengan seluruh kebutuhan belajar dan tempat tinggal ditanggung oleh pemerintah.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, karena diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui pendidikan.

“Melalui Sekolah Rakyat ini, kita tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga merealisasikan upaya pengentasan kemiskinan sejak dini,” katanya.

Bupati Hari menjelaskan seluruh biaya pendidikan, kebutuhan asrama, hingga fasilitas penunjang siswa telah ditanggung oleh negara. Dengan demikian orang tua tidak lagi dibebani biaya sekolah, sehingga dapat lebih fokus mendukung perkembangan anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis telah dilakukan untuk kegiatan hari ini.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, Dinas Sosial sudah siap melaksanakan Launching dan MPLS Sekolah Rakyat. Konsepnya adalah sekolah berasrama dengan pembinaan 24 jam. Kami fokus pada 3 pilar: akademik, karakter, dan keterampilan. Semua siswa tidak dipungut biaya sepeserpun,” jelas Kepala Dinsos.

Lebih lanjut, Kadinsos menjelaskan target peserta Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. 

“Kami berharap melalui Sekolah Rakyat ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mendapat kesempatan yang sama,” tandasnya. (Pras)

 

.