DaerahHead Line NewsPolitik & PemerintahanTulungagung

UPT Puskesmas Boyolangu Adakan Sosialisasi Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal

Tulungagung, megapos.co.id – Dalam upaya percepatan penurunan stunting dan perbaikan gizi masyarakat, UPT Puskesmas Boyolangu Kabupaten Tulungagung bersama Tim Gizi mengadakan Sosialisasi Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal khusus bagi ibu hamil dan balita dengan bermasalah gizi yang berlangsung di aula UPT Puskesmas Boyolangu, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan dengan sasaran ibu hamil serta orang tua balita yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan kader Posyandu masing-masing desa di antaranya Desa Ngranti, Kendalbulur, Waung dan Boyolangu.

Kemudian, di hari berikutnya pembekalan di ikuti kader posyandu dari Desa Pucungkidul, Sanggrahan, Wajak Kidul dan Wajak Lor.

Kepala UPT Puskesmas Boyolangu, Yulaikah, SST, M.kes dalam kegiatan pembekalan tersebut mengatakan, elaksanaan kegiatan ini pada dasarnya mengacu pada Perdirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Nomor HK.02.02/B/576/206 Tahun 206 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal bagi Ibu Hamil dan Balita Bermasalah Gizi. 

“PMT berbahan pangan okal di tahun 2026 menyasar balita dengan tiga kategori yaitu 1) Balita Tidak Naik BB dengan pemberian selama 14 hari; 2) Balita dengan BB Kurang pemberian selama 28 hari, dan; 3) Balita Bermasalah Gizi dengan pemberian maksimal selama 56 hari, serta sasaran ibu hamil dengan kurun waktu pemberian maksimal 120 hari,” katanya. 

Ia menjelaskan, penyiapan PMT Lokal merupakan proses pengolahan bahan makanan menjadi menu makanan tambahan yang sesuai dengan nilai gizi dan standar porsi untuk ibu hamil dan balita dengan masalah gizi, termasuk didalamnya proses distribusi, pemantauan pertumbuhan selama pemberian PMT lokal oleh kader ke sasaran. 

“Maka dari itu,dalam pelaksanaannya, perlu diadakan pelatihan dalam penyiapan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal (PMT Lokal) dengan tujuan mempersiapkan Tim Pelaksana Desa yaitu kader dan TP-PKK Desa agar pelaksanaan PMT Lokal dapat berjalan dengan baik,”jelasnya.

Materi pembekalan fokus pada pengenalan PMT Lokal berbahan dasar pangan yang mudah didapat di lingkungan sekitar seperti telur, ikan, kacang-kacangan, sayur, dan buah lokal. Peserta diajarkan cara mengolah menu PMT yang aman, higienis, bergizi seimbang, sesuai standar Kemenkes, dan disesuaikan dengan daya terima penerima.

Dengan PMT Lokal, tidak hanya memberi makanan, tapi juga ilmu.di harapkan di kecamatan Boyolangu, ibu hamil nantinya dapat melahirkan bayi yang sehat, dan balita tumbuh cerdas, aktif, serta terbebas dari masalah gizi. (Sdr)