DaerahHead Line NewsPolitik & PemerintahanTrenggalek

Optimalkan Pelayanan Kesehatan dan Perbaikan Infrastruktur, Bupati Arifin bersama Tim Lakukan Kunjungan di Kecamatan Gandusari

Trenggalek, megapos.co.id – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin kunjungi sejumlah warga di Kecamatan Gandusari.

Bersama tim dari Dinas Sosial PPPA, kunjungan tersebut, sekaligus mengecek kesesuaian data dengan kondisi riil di masyarakat.

Hal itu dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, utamanya dalam hal akses pelayanan kesehatan maupun bantuan sosial. Selain juga penanganan untuk rumah tak layak huni.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPPA Kabupaten Trenggalek, Soelung Raharjeng Sidjoe mengatakan, jika terdapat ketidaksesuaian data dengan kondisi di lapangan, pihaknya siap membantu menyelesaikan.

“Hari ini ada 7 orang, ada 3 orang dari Desa Krandegan, 2 orang dari Desa Melis dan 2 orang dari Desa Widoro, harapannya yang jelas pelayanannya kita harus bisa lebih baik lagi,” ujar Soelung, Rabu (9/9/2026).

“Kita sering turun ke bawah sehingga tahu kondisi riil di masyarakat, bagaimana kita membantu masyarakat,” sambungnya.

“Untuk masyarakat dengan kondisi rumah tidak layak, untuk dilakukan pembenahan kita harus lakukan pengusulan bedah rumah, atau jika yang dikunjungi kebetulan sakit, dengan akses kesehatan yang mereka belum bisa jangkau meski sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat itu harus kita fasilitasi,” imbuhnya.

Saat kunjungan tersebut, Mas Bupati Ipin juga sekaligus meninjau ruas jalan Krandegan-Gandusari yang akan segera dilakukan perbaikan.

Saat ini ruas tersebut masih dalam tahap evaluasi penawaran dan diharapkan minggu depan sudah dilakukan penandatanganan kontrak.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek, Anjang Purwoko menjelaskan, bahwa ruas Krandegan-Gandusari termasuk satu koridor dengan ruas Kedunglurah-Krandegan yang sudah dilakukan peningkatan jalan di tahun 2024 lalu.

“Ruas Kedunglurah-Krandegan itu tahun 2024 sudah ada penanganan melalui dana DAK, tapi masih menyisakan sekitar 400 meter yang belum tertangani,” ungkapnya.

“Sedangkan Krandegan-Gandusari kita tangani melalui dana pinjaman, untuk yang 400 meter itu kita rencanakan ditangani tahun 2027 di APBD induk, jadi koridor ini akan tuntas diselesaikan tahun ini dan induk tahun 2027,” lanjut Anjang. (Sdr/kom)